Topik : 

Renungkan Perjalanan Hati

Kontributor : JT Editor: Redaksi
DelikNTT.com
images
Gambar: Istimewah

DelikNTT.Com – Salah satu yang menjadi sumber dari segala kebahagiaan dan kesedihan, kebaikan dan keburukan, kekufuran dan keimanan manusia adalah hati. Hati memiliki peran yang sangat luar biasa. Oleh sebab itu, Rasul menyampaikan pesan bagi setiap umat manusia agar dapat merenungkan perjalanan kehidupan melalui hati.

Dalam sebuah hadits, dari An Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma (R.a), Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam (Saw) bersabda: “Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)” (HR. Bukhari No. 52 dan Muslim No. 1599).

Hadits di atas, menjelaskan bahwa, betapa besarnya peran hati dalam segala aktivitas manusia dan ia juga menjadi sumber kebaikan dan keburukan. Oleh sebab itu, renungkan lah perjalanan hati kita dan ada baiknya kita melihat sebuah renungan yang ditulis oleh para ulama terdahulu.

Renungkan selalu perjalanan hati kita, sebab hati merupakan sumber kebaikan dan juga kejahatan. Hati juga merupakan wadah kekufuran dan keimanan yang selalu menjadi rebutan antara malaikat dan syaitan.

Hati, perasaannya sangat halus, sentuhannya tidak terasa. Tapi, sangat memberikan kesan di dalam kehidupan seorang manusia.

Barang siapa yang arif perjalanan hatinya dan juga paham kebaikan dan kejahatan. Selalu bersungguh-sungguh dalam bermujahadah (berperang) membuang atau melawan kejahatannya dan diganti segera dengan kebaikan, maka Allah menjamin keselamatan bagi orang tersebut dari tipu daya syaitan dan dunia yang sungguh sangat menggoda mata hati manusia.

Ramai orang tidak paham dengan perjalanan hatinya, sekalipun ulama, terima saja yang baik dan buruknya, kemudian merasakan baik semuanya, tiada terasa lagi hati berbuat dosa, maka disinilah perlu seorang guru yang mengenal hati manusia.

(Ibnu Zaman)
Baca Juga :  Hubungan Antara Iman dan Kesehatan Mental Dalam Pandangan Psikologi
  • Bagikan