Topik : 

Malu Sebagai Benteng Iman

Reporter : Hasyim Editor: Redaksi
DelikNTT.com
images 1

Oleh: Miqdam Awwali Hashri

(Anggota Lembaga Dakwah Khusus (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah)

Delikntt.Com – Dalam suatu hadits, disebutkan yang artinya “Dari Abu Mas’ûd ‘Uqbah bin ‘Amr al-Anshârî al-Badri radhiyallâhu ‘anhu ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Sesungguhnya salah satu perkara  yang telah diketahui oleh manusia dari kalimat kenabian terdahulu adalah, ‘Jika engkau tidak malu, berbuatlah sesukamu.’” (HR Bukhari)

Tetapi perlu disadari bahwa memiliki rasa malu yang berlebihan dapat menghasilkan dampak negatif, meskipun sebenarnya malu adalah sikap pertengahan. Jika dia terlalu ke kanan maka akan membentuk rasa minder. Sedangkan jika dia terlalu ke kiri maka akan menimbulkan rasa gengsi. Minder dan gengsi sama-sama merupakan hal negatif.

Rasa minder didasari pada rasa malu yang berdampak tertutupnya potensi diri. Sebagai contoh, ada murid yang merasa minder untuk  menjawab pertanyaan guru karena malu jika jawabannya salah akan ditertawakan oleh teman-temannya. Rasa minder itu bisa  menutup potensi dirinya karena dia sebetulnya memiliki peluang untuk menjawab benar. Namun karena berlebihan rasa malu sehingga berakibat minder, menyebabkan peluang tersebut tertutup. Ada nasihat yang menyebutkan, bahwa orang yang mau berusaha memiliki peluang berhasil dan gagal sebesar 50:50, tetapi orang yang tidak mau  berusaha tidak akan memiliki peluang berhasil.

Baca Juga :  Abdul Mu'ti: Pernyataan Sikap Dewan Guru Besar UMY Tidak Mewakili PP Muhammadiyah
  • Bagikan