Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Topik : 

Makna Sujud Dalam Sholat

Reporter : JT Editor: Aulia
4b7a744bc0b1588d53966bb3e0baf40a
Gambar: Istimewah
Dalam melaksanakan ibadah sholat, tentu akan melewati beberapa gerakan, salah satunya adalah sujud.

Apa itu Sujud

Sujud adalah meletakan, menempatkan dahi, hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan kedua ujung kaki pada kondisi serentak di lantai dengan tujuan tertentu karena Allah.

Sahabat Ali pernah ditanya tentang makna sujud pertama. Ia menjawab, itu artinya: Allahumma innaka minha khalaqtana (Ya Allah sesungguhnya Engkau menciptakan kami dari tanah). Makna bangkit dari sujud ialah: Wa minha akhrajtana (Dan daripadanya engkau mengeluarkan kami). Makna sujud kedua ialah: Wa ilaina tu’iduna (Dan kepadanya Engkau akan mengembalikan kami). Bangkit dari sujud kedua maknanya: Wa minha takhrujna taratan ukra (Dan dari padanya Engkau akan membangkitkan lagi).

Filosofi Sujud Menurut Ali Bin Abi Thalib

Sujud pertama mengingatkan kita bahwa, asal usul manusia dari tanah. Dari tanah ia diciptakan dan tumbuh menjadi makhluk hidup yang diberi kepercayaan sebagai khalifah di bumi dengan segala aktivitasnya. Meski demikian, setiap manusia mempunyai ajal dan pada akhirnya juga, ia kembali ke tanah, masuk ke liang lahat, dan kembali menjadi tanah.

Makna Eskatologis Bangkit dari Sujud

Dalam kitab Futuhat al–Makkiyyah, karya Ibn ‘Arabi, diceritakan panjang lebar tentang makna spiritual sujud. Bagi Ibn ‘Arabi, sujud adalah simbolisasi penghayatan kita terhadap asal-usul peciptaan kita sebagai manusia yang berasal dari tanah. Dikatakan juga, berdiri dalam shalat adalah simbol alam syahadah, sujud adalah simbol puncak rahasia (sir al–asrar), dan rukuk dimaknai sebagai simbol alam barzakh karena berada antara alam syahadah dan gaib mutlak.

Jadi, pada dasarnya sujud mengajarkan kita untuk merendahkan diri serendah-rendahnya dihadapan Allah dan mengikis kesombongan serta keangkuhan yang telah menguasai hati. Sebab, apabila hati dibiarkan dikuasai oleh sifat kesombongan dan keangkuhan, maka sangat sulit untuk menerima kebenaran, sebab hati, mata, dan telinga telah ditutupi.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp DelikNTT.COM

+ Gabung

  • Bagikan