Topik : 

Makna Sujud Dalam Sholat

Reporter : JT Editor: Aulia
DelikNTT.com
4b7a744bc0b1588d53966bb3e0baf40a
Gambar: Istimewah
DelikNTT.ComSholat merupakan kewajiban bagi setiap orang yang beragama islam. Sholat juga sebagai salah satu pembeda, antara yang muslim dengan yang bukan muslim.

Dalam ajaran islam, disebutkan bahwa, sholat juga merupakan tiang agama, oleh karena itu, ketika seseorang meninggalkan sholat, maka dia telah menghancurkan agamanya sendiri. Begitu pentingnya sholat dalam ajaran islam, sehingga, menjadi amalan pertama yang akan ditanyakan (dihisab) sebelum amalan-amalan lainnya, ketika di alam kubur .

Dalam ajaran islam, disebutkan bahwa, ketika amalan sholat seseorang baik, maka baik pula amalan lainnya, namun sebaliknya, jika amalan sholatnya jelek maka akan berdampak pada amalan lainnya.

Dijelaskan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sholat merupakan salah satu rukun Islam, yang wajib dilakukan oleh setiap orang yang telah mengucapkan dua kalimat syahadat (muslim) dan telah akil balig. Sholat Dimulai dari takbir dan diakhiri dengan salam. Sementara itu, sholat menurut bahasa adalah berdoa.

Dalam melaksanakan ibadah sholat, tentu akan melewati beberapa gerakan, salah satunya adalah sujud.

Apa itu Sujud

Sujud adalah meletakan, menempatkan dahi, hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan kedua ujung kaki pada kondisi serentak di lantai dengan tujuan tertentu karena Allah.

Sahabat Ali pernah ditanya tentang makna sujud pertama. Ia menjawab, itu artinya: Allahumma innaka minha khalaqtana (Ya Allah sesungguhnya Engkau menciptakan kami dari tanah). Makna bangkit dari sujud ialah: Wa minha akhrajtana (Dan daripadanya engkau mengeluarkan kami). Makna sujud kedua ialah: Wa ilaina tu’iduna (Dan kepadanya Engkau akan mengembalikan kami). Bangkit dari sujud kedua maknanya: Wa minha takhrujna taratan ukra (Dan dari padanya Engkau akan membangkitkan lagi).

Filosofi Sujud Menurut Ali Bin Abi Thalib

Sujud pertama mengingatkan kita bahwa, asal usul manusia dari tanah. Dari tanah ia diciptakan dan tumbuh menjadi makhluk hidup yang diberi kepercayaan sebagai khalifah di bumi dengan segala aktivitasnya. Meski demikian, setiap manusia mempunyai ajal dan pada akhirnya juga, ia kembali ke tanah, masuk ke liang lahat, dan kembali menjadi tanah.

Makna Eskatologis Bangkit dari Sujud

Dalam kitab Futuhat al–Makkiyyah, karya Ibn ‘Arabi, diceritakan panjang lebar tentang makna spiritual sujud. Bagi Ibn ‘Arabi, sujud adalah simbolisasi penghayatan kita terhadap asal-usul peciptaan kita sebagai manusia yang berasal dari tanah. Dikatakan juga, berdiri dalam shalat adalah simbol alam syahadah, sujud adalah simbol puncak rahasia (sir al–asrar), dan rukuk dimaknai sebagai simbol alam barzakh karena berada antara alam syahadah dan gaib mutlak.

Jadi, pada dasarnya sujud mengajarkan kita untuk merendahkan diri serendah-rendahnya dihadapan Allah dan mengikis kesombongan serta keangkuhan yang telah menguasai hati. Sebab, apabila hati dibiarkan dikuasai oleh sifat kesombongan dan keangkuhan, maka sangat sulit untuk menerima kebenaran, sebab hati, mata, dan telinga telah ditutupi.

Wallahu a’lam bisshawab
 
Penulis: Jailani Tong, M.Pd. / Dosen STAI Kupang
  • Bagikan