Topik : 

Bersama itu Bahagia

Kontributor : JT Editor: Redaksi
DelikNTT.com
Perpisahan
Gambar: Istimewah

DelikNTT.Com – Sebuah kisah yang bisa kita renungkan bersama. Alkisah dalam sebuah keluarga terdapat ayah, ibu, dan anak.

Ayah adalah seorang karyawan sebuah perusahaan swasta terkenal di sebua kota. Dimana keseharian ayah tersebut menjalani pekerjaan layaknya kariyawan lainnya.

Terkadang ia harus berangkat ke kantor pagi-pagi sebelum anaknya bangun dan pulangnya larut malam ketika anaknya telah terlelap dalam mimpinya yang indah. Waktu di habiskan dengan kesibukan pekerjaan dan tidak waktu untuk keluarga terutama untuk sibuah hati hampir tidak ada.

Waktu terus berjalan, sampailah dimana anak tersebut bertanya kepada ibu nya tentang pekerjaan ayahnya. Karena sifat anak kecil memang selalu bertanya apalagi bertanya tentang keberadaan orang tuahnya (ayah). Ibunya pun menjawab sebisanya dan mencoba untuk memalingkan perhatiaan anak tersebut.

suatu Ketika (hari libur) Anak tersebut mendekati ayah nya lalu berbercanda layaknya teman di atas kasur empuk (malam hari). Lantas terjadilah sebua dialog:
Anak@ ayah, ia sayang, jawab ayahnya. Boleh kah saya meminjam uang kepada
ayahnya sebesar 50.000.
ayahn@ untuk apa nak, meminta uang malam-malam seperti ini.
Anak@ saya ingin menabung untuk membeli sesuatu, tapi saya belum cukup uang.
Ayah@ iyah boleh.

Keesokan malamnya anak tersebut mencoba mendekati ayahnya untuk meminta lagi uang dan peristiwa tersebut terjadi sampai beberapa waktu.

Akhirnya suatu waktu (pagi) ternyata mereka bertiga bisa sarapan bersama di rumah sebelum ayah berangkat kekantor dan anak kecil tersebut berangkat kesekolah.

Tiba-tiba dalam keheningan anak tersebut
bertanya kepada ayahnya.
Anak@ Ayah, mohon maaf, bolehkah saya bertanya?
Ayah@hmmmp. Boleh sayang.!
Anak@ saya meliha ayah setiap hari sangat sibuk sekali.
Ayah@ iya sayang, ayah memang sangat sibuk karena lagi banyak kerjaan di
kantor, sambil menyantap sarapan.!
Anak@Sambil menatap wajah ayahnya dengan mata yang berkaca-kaca, kemudian anak
tersebut melanjutkan pertanyaannya,
Anak@ ayah, taukah kamu bahwa hari ini saya sangat bahagia?
ayah@ Ooh,, ya, kenapa bisa demikian sayang, apakah hari ini kamu berulang
tahun?
anak@ , tidak ayah!. Ayah@ Lantas apa anakqu, lanjut ayahnya!
Anak@ saya bahagia karena baru kali ini kita bisa sarapan bersama, sambil
memejamkan matanya. Ayahnya pun terdiam dan memandang anaknya.
Lanjut anak@ bolehkah aku bertanya berapa gaji ayah sebulan?
Ayah@ mengapa engkau bertanya seperti itu anakqu.
Anak@ aku hanya ingin sekedar tau, biar uang yang saya kumpulkan selama ini
(uang jajan) saya gunakan untuk membeli waktu ayah walau hanya sebentar saja
agar bisa bermain, bercanda, dan memberikan saya perhatian layaknya orang tua
lainnya memberikan kasih sayang & perhatian kepada anak mereka.

Baca Juga :  Sakit Jadi Cara Allah Menghapuskan Dosa Seseorang
  • Bagikan