Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Topik : 

Terkait Konflik di Besi Pae TTS, Cagub SPK : Saya Pahami Betul Apa yang Masyarakat Butuhkan

Reporter : Tim Editor: Redaksi
IMG 20241028 WA0004

KUPANG, DELIKNTT.COM – Konflik saling klaim lahan di Besipae, NTT, terjadi antara warga Pubabu dan Pemprov NTT hingga kini belum menemui titik terang.

Saat ini sebanyak 29 kepala keluarga (KK) masyarakat adat Pubabu-Besipae, jadi korban penggusuran yang dilakukan Pemerintah Provinsi NTT.

Scroll kebawah untuk lihat konten
WhatsApp Image 2025 05 31 at 18.15.04
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Mereka kini terpaksa membangun tenda-tenda darurat sebagai tempat tinggal sementara di lokasi.

Calon Gubernur NTT nomor urut 3, Simon Petrus Kamlasi (SPK) ikut berkomentar terkait polemik tersebut.

Saat menjawab pertanyaan panelis dalam Diskusi Publik Politik Gagasan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur NTT Periode 2024-2029 yang digelar Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Nusa Cendana (Undana ) Kupang, Sabtu (26/10/2024).

Panelis menanyakan strategi apa yang akan dilakukan Paket SIAGA Nomor Urut 3 untuk menyelesaikan konflik yang terjadi antara masyarakat Besi Pae, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) terkait persoalan lahan Besi Pae yang diklaim milik Pemprov NTT selama ini.

Calon Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor Urut 3, Simon Petrus Kamlasi (SPK) menyampaikan terima kasih atas pertanyaan dari panelis.

“Terima kasih atas pertanyaan panelis,” tutur SPK.

Cagub SPK mengatakan, memang ada pendekatan hukum dalam kasus di Besi Pae TTS, tetapi pendekatan untuk menyejahterakan mereka juga lebih penting.

Baca Juga :  Hadirkan Rumah Aspirasi di Kupang, Jane Natalia Suryanto Ingin Dengar Langsung Suara Masyarakat

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp DelikNTT.COM

+ Gabung

  • Bagikan