Sementara itu, Ahmad Atang menilai meskipun Jane merupakan pemain baru di NTT, akan tetapi kehadirannya menjadi fenomena lantaran mendapatkan dukungan yang signifikan.
Lebih lanjut, pengamat politik asal Universitas Muhammadiyah Kupang itu menilai, kedua figur ini memiliki basis politik yang sama, yakni sama-sama bermain di dapil NTT 2, sehingga keduanya dapat memadukan segmentasi basis politik sebagai modal menuju Pilgub.
“Melki dua periode dipercaya mewakili Timor, Sumba, Sabu dan Rote maka secara elektoral telah memiliki basis massa loyal, sementara basis massa ibu Jane masih tergolong labil karena belum kuat akar politiknya,”ungkap Atang.
“Untuk mendongkrak elektabilitas pasangan ini, yakni posisi Melki yang secara kultural merupakan putra Ende-Flores sehingga akan memberikan garansi dukungan politik sosiologis,”tambahnya.
Dengan demikian, lanjut Atang, Melki Laka Lena memiliki basis politik di Timor, Sumba dan sekitarnya, namun juga memiliki basis kultural di Flores. Sedangkan ibu Jane hanya memiliki basis politik namun tidak memiliki basis kultural.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp DelikNTT.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








