Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

KOMPAS Makassar Sebut Ada Dugaan ASN Tidak Netral di Pilkada Manggarai Timur

Reporter : Jailan Ahmad Editor: Redaksi
IMG 20241029 WA0029

MANGGARAI TIMUR, DELIKNTT.COM – Komunitas Mahasiswa Pesisir Sambi Rampas (KOMPAS)-Makassar sukses menggelar dialog publik dengan tema “Pilkada Matim 2024 untuk siapa? Acara ini bertujuan membahas bagaimana kondisi politik di Manggarai Timur hari ini dan kesiapan mahasiswa menyongsong Pemilu 2024.

Dialog publik tersebut diadakan di cafe Buana dan dihadiri oleh puluhan peserta dari berbagai Organisasi, baik organisasi internal kampus maupun organisasi daerah yang ada diberbagai Universitas di Sulawesi Selatan (28/102024).

Scroll kebawah untuk lihat konten
WhatsApp Image 2025 05 31 at 18.15.04
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Dialog ini juga mengundang tiga narasumber yakni Kamsudin, S.Pd (Dewan penasihat KOMPAS-Makassar), Abdul Latif, S.P (Demisioner Ketua Umum HMI Munir Mulkhan Cabang Gowa Raya), dan ARMAN selaku Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Pejuang kerakyatan (GMPK) Sulsel.

Dewan penasehat KOMPAS-Makassar Kamsudin, S.Pd, menekankan pentingnya dialog ini dalam meningkatkan kualitas SDM mahasiswa dan merespons isu money politik menjelang Pemilu 2024.

“Kita sebagai pemuda dan mahasiswa, harus menjadi garda terdepan dalam membangun kesadaran seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Sedangkan, Abdul Latif, S.P (narasumber) menyatakan apresiasinya terhadap inisiatif teman-teman KOMPAS-Makassar. Ia menilai kegiatan dialog publik ini sebagai langkah penting seorang agen perubahan untuk mengkaji dan menganalisis dinamika politik yang hari ini diperhadapkan di tengah masyarakat, khususnya masyarakat Manggarai Timur.

Apalagi Manggarai Timur dalam konstelasi Politik dari beberapa dekade sangat jelas memperlihatkan Dinamika Politik yang tidak wajar. Masyarakat bahkan telah mengaminkan dengan Normalisasi Politik tersebut.

“Ini menjadi tantangan mahasiswa untuk hadir membawa solusi juga langsung berperan aktif dalam memastikan kelancaran tanpa adanya kecurangan di pemilu 2024. Karena yang terjadi akhir-akhir ini banyak informasi yang beredar bahwa ASN itu tidak lagi menunjukkan sikap netralitasnya sebagai aparatur sipil negara.” ungkapnya.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp DelikNTT.COM

+ Gabung

  • Bagikan