Topik : 

Elektabilitas Ganjar Lebih Tinggi dari Anies di Kalangan Pemilih NU

Reporter : Jailani Tong Editor: Redaksi
DelikNTT.com
Capres 1721028362

DelikNTT.Com – Selain Muhammadiyah, beberapa lembaga survey juga melakukan survey elektabilitas 3 pasangan calon presiden dan wakil presiden di kalangan warga Nahdlatul Ulama (NU). Tentu hal ini sangat penting, sebab Nahdlatul Ulama (NU) merupakan organisasi Islam dengan jumlah pengikut terbanyak di Indonesia dan selain itu, juga memiliki pengaruh yang sangat luar biasa.

Dalam berbagai kesempatan, baik itu sebelum dan sesudah penetapan sebagai calon presiden dan wakil presiden dan hingga saat ini, ketiga pasangan calon tersebut, telah melakukan serangkaian kunjungan atau bersilaturim dengan beberapa ulama, kiai, ustadz serta pondok pesantrennya. Tentu hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan dukungan.

Berikut ini adalah beberapa data hasil survey elektabilitas pemilihan presiden dan wakil presiden 2024 di segmen pemilih Nahdlatul Ulama (NU), sebagaimana yang direalis oleh CNN Indonesia, pada 8 Januari 2024, pukul 12:34 WIB.

Pertama, hasil survey versi Indikator yang dilakukan pada 23-34 Desember 2023 atau setelah debat kedua PILPRES 2024 yang melibatkan responden sebanyak 1.217.

Berdasarkan hasil survey tersebut, menempatkan pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo-Gibran pada posisi yang pertama dengan perolehan suara sebesar 53.5%. Selanjutnya disusul oleh pasangan calon presiden dan wakil presiden Ganjar-Mahfud dengan jumlah suara 25.1%, dan pasangan calon presiden dan wakil presiden Anies-Muhaimin pada posisi urutan terakhir dengan perolehan suara sebesar 16.7%. Responden yang memilih untuk tidak memberikan jawabannya sebesar 4.7%.

Kedua, hasil survey versi SMRC yang melibatkan responden sebanyak 4.540 warga pemilih Nahdlatul Ulama (NU). Survey ini dilakukan pada 29 November sampai dengan 9 Desember.

Hasil survey ini menunjukan bahwa pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo-Gibran palingan banyak dipilih oleh warga Nahdlatul Ulama (NU) dengan presentase suara sebesar 46%.

Sedangkan pasangan Ganjar-Mahfud menempati posisi kedua dengan suara sebesar 30%, lalu disusul oleh pasangan Anies-Muhaimin dengan jumlah suara sebesar 12%.

Ketiga, hasil survey versi LSI yang dilakukan pada 3 sampai dengan 5 Desember 2023 dengan melibatkan responden sebanyak 1.462 warga Nahdlatul Ulama (NU).

Hasil survey LSI menunjukan bahwa sebanyak 48.7% warga Nahdlatul Ulama (NU) memilih pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo-Gibran atau dengan kata lain, menempatkan pasangan calon tersebut pada urutan pertama dalam elektabilitas. Disusul oleh pasangan calon presiden dan wakil presiden lainnya, yaitu Ganjar-Mahfud berada pada posisi kedua dengan jumlah suara 22.4%, dan Anies-Muhaimin pada posisi terakhir dengan jumlah suara 22.3%. Itu artinya, kedua pasangan calon ini, hanya berbeda 1%. Sebanyak 6.7% responden memilih untuk tidak menjawab.

Keempat, survey Poltracking terhadap elektabilitas 3 pasangan calon di segmen pemilih Nahdlatul Ulama (NU) yang dilakukan sejak 29 November sampai dengan 5 Desember 2023 dengan melibatkan 1.220 responden, menempatkan pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo-Gibran pada urutan yang pertama dengan jumlah suara sebesar 40.7%. Selanjutnya disusul oleh Ganjar-Mahfud dengan perolehan suara 31.3%, dan pasangan Anies-Muhaimin berada pada posisi terakhir dengan jumlah suara 24.4%. Sementara itu, responden yang memilih untuk tidak menjawab sebanyak 3.6%.

  • Bagikan