Topik : 

BEM NTB Tolak Politik Dinasti

Kontributor : JT Editor: Redaksi
DelikNTT.com
IMG 20231215 WA0011
Gambar: Istimewah

Mataram, DelikNTT.Com Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Mataram (UNRAM) Lombok Nusa Tenggara Barat memprotes keras adanya upaya nyata dari penguasa saat ini untuk melanggengkan kekuasaannya dengan mendukung salah satu pasangan calon dalam kontestasi pemilihan presiden dan wakil presiden 2024 mendatang.

BEM UNRAM khawatir, dengan dukungan kekuasaan tersebut, netralitas aparatur negara sulit terjadi, padahal pemilu yang adil sangat diperlukan untuk membangun legitimasi politik pemerintahan mendatang. 

“Kami (BEM UNRAM) satu suara bersama rekan rekan BEM lainnya, tentunya kita menolak keras konsep dinasti politik yang secara halus diterapkan oleh penguasa saat ini,” ujar Martoni Ira Malik, Ketua BEM UNRAM melalui keterangan tertulis, Selasa (12/11).

Martoni, sapaan akrabnya, secara terbuka menyinggung putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 90 beberapa waktu lalu yang dinilainya sudah diintervensi oleh penguasa untuk memuluskan langkah sang putra mahkota menjadi calon wakil presiden.

“MK ini kan anak reformasi, dan konstitusi merupakan harapan terakhir bagi kami generasi muda, jika konstitusi sudah dicawe-cawe untuk malanggengkan kekuasaan, tentu bagi kami (rezim ini) cukup sudah,” tegas Martoni.

BEM Unram juga menyayangkan proses yang dilalui oleh salah satu kandidat cawapres dengan menabrak etika atau moralitas publik. Sebab menurut Martoni, karpet merah yang diberikan kepada cawapres tersebut sangatlah jelas sebagai upaya untuk melanggengkan kekuasaan penguasa saat ini.

Baca Juga :  Neokolonialisme
  • Bagikan