The Golden Age: Masa Efektif Merancang Kualitas Anak

Reporter : Jailani Tong Editor: Redaksi
DelikNTT.com
4166191325 510x340 1

Penulis: Jailani Tong, M.Pd. / Dosen PGMI STAI Kupang

Golden age atau yang lebih dikenal oleh masyarakat luas sebagai masa keemasan anak. Golden age adalah suatu periode perkembangan penting bagi seorang anak yaitu pada usia 0-6 tahun. Fase ini sangat penting untuk diperhatikan oleh orang tua karena pada fase ini pertumbuhan dan perkembangan anak sangat pesat. Namun, perlu juga diperhatikan bahwa kualitas seorang anak selain ditentukan pada usia emas, juga tergantung ketika masih dalam janin seorang ibu. Hal ini yang menyebabkan kebanyakan dari orang Yahudi memberikan perhatian lebih pada masa-masa tersebut.

Kebanyakan orang-orang Yahudi terkenal dengan kecerdasannya yang sangat luar biasa. Bahkan sumber lain menyebutkan bahwa Yahudi adalah bangsa yang paling unggul dari bangsa-bangsa lain di dunia. Salah satu cara yang dilakukan oleh orang Yahudi dan dikatakan telah menjadi bagian dari budayanya adalah mendengarkan musik kepada calon anak yang berada di dalam kandungan.

Golden age atau masa keemasan seorang anak yang begitu sangat penting sehingga islam juga memberikan penjelasan sekaligus penekanan dengan tegas kepada orang tua agar memberikan nafkah yang halal kepada keluarga, sebab dari nafkah tersebut akan menyatu dan membentuk menjadi sebuah karakter.

Agar terbentuk karakter seseorang menjadi manusia dengan akhlak yang mulia, maka waktu yang sangat tepat yaitu pada usia 0-6 tahun. Mengapa demikian? sebab dalam pandangan ahli psikologi adalah masa perkembangan usia emas (golden age), hal tersebut dikarenakan belum terkontaminasi oleh pengaruh apapun, sehingga masih sangat mudah untuk membentuk karakter seseorang menjadi seperti apa yang diinginkan.

Dalam pandangan Jhon locke pada usia tersebut anak diibaratkan sebagai “selembar kertas putih yang masih bersih tanpa torehan tinta sedikit pun di atasnya” dengan demikian, dapat dilukiskan karakter sesuai dengan yang diharapkan. Namun, jika gagal dalam proses melukis atau membentuk karakter seseorang pada usia tersebut, selanjutnya Megawangi menjelaskan bahwa “akan berpengaruh hingga usia dewasa kelak” Sebaliknya, jika berhasil dalam mengoptimalkan segala potensi anak dengan baik pada usia tersebut, maka akan sangat berpengaruh dan tentunya menentukan keberhasilannya di masa yang akan datang.

Pandangan di atas, diperkuat dengan sebuah hasil penelitian yang menunjukan bahwa sekitar “50% variabilitas kecerdasan orang dewasa sudah terjadi ketika anak berusia 4 tahun. Peningkatan 30% berikutnya terjadi pada usia 8 tahun, dan 20% sisanya pada pertengahan atau akhir dasawarsa kedua”.

  • Bagikan