Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Topik : 

Puisi: Lara Andalas

Editor: Redaksi
WhatsApp Image 2024 10 31 at 09.28.22
Gmbar: Sudarjo Abd. Hamid

Oleh: Sudarjo Abd. Hamid / Guru dan Penulis Kabupaten Lembata 

 

Scroll kebawah untuk lihat konten
WhatsApp Image 2025 05 31 at 18.15.04
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Renyuh bathin tangis berpadu

Mengguyur raga isak melangit

Memohon Tuhan tepis musibah

Mendulang doa mengharap iba.

 

Banjir marah menyapu halaman,

Puing kayu menubruk taman,

Selokan amis sampah meluap

Musibah hadir melahap puas.

 

Tanah hilang berpindah ruang,

Petaka melanda air meluap,

Menyisir rata pada tiap celah

Pohon di babat jiwa terbelah.

 

Tangisan mengharu biru

Mulut diam lidah membisu

Menatap langit yang penuh murka

Rahmat hadir berganti murka.

 

Semua pada diam tak berdaya,

Hanya asma Allah ke langit raya,

Mengharap iba sang Pencipta

Ulah tangan penista sang penista.

 

Tanah andalas semesta duka

Sabang menangis merauke terluka,

Oleh telanjang hutan belukar,

Rahmat pusaka bersalin duka.

 

Lara hadir menghimpit bathin,

Nyawa tergadai henti tak pasti,

Lewat doa terdaras penuh,

Walau hati kian terenyuh.

 

Tangisan bayi beradu lomba,

Mencari belayan ditengah ombak,

Ibu terkapar tertimbun lumpur,

Tertindih beton berlapis tumpuk.

Baca Juga :  Menjadi Guru di Abad 21

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp DelikNTT.COM

+ Gabung

  • Bagikan