Oleh: Sudarjo Abd. Hamid / Guru dan Penulis Kabupaten Lembata
Renyuh bathin tangis berpadu
Mengguyur raga isak melangit
Memohon Tuhan tepis musibah
Mendulang doa mengharap iba.
Banjir marah menyapu halaman,
Puing kayu menubruk taman,
Selokan amis sampah meluap
Musibah hadir melahap puas.
Tanah hilang berpindah ruang,
Petaka melanda air meluap,
Menyisir rata pada tiap celah
Pohon di babat jiwa terbelah.
Tangisan mengharu biru
Mulut diam lidah membisu
Menatap langit yang penuh murka
Rahmat hadir berganti murka.
Semua pada diam tak berdaya,
Hanya asma Allah ke langit raya,
Mengharap iba sang Pencipta
Ulah tangan penista sang penista.
Tanah andalas semesta duka
Sabang menangis merauke terluka,
Oleh telanjang hutan belukar,
Rahmat pusaka bersalin duka.
Lara hadir menghimpit bathin,
Nyawa tergadai henti tak pasti,
Lewat doa terdaras penuh,
Walau hati kian terenyuh.
Tangisan bayi beradu lomba,
Mencari belayan ditengah ombak,
Ibu terkapar tertimbun lumpur,
Tertindih beton berlapis tumpuk.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp DelikNTT.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








