Salah satu cara untuk meningkatkan peluang siswa Indonesia diterima di universitas top dunia adalah dengan menerapkan kurikulum IB Diploma di sekolah-sekolah menengah atas. Kurikulum ini diakui memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi dibandingkan A Level, O Level, maupun Kurikulum Merdeka.
“IB Diploma tidak hanya mempersiapkan siswa dengan standar akademik internasional, tetapi juga memastikan mereka memiliki kemampuan Bahasa Inggris yang unggul, sehingga diterima di universitas top dunia,” tambah Dirgayuza, yang jugamerupakan lulusan Universitas Oxford.
Selain itu, ia menekankan pentingnya pendirian sekolah berasrama yang mengadopsi kurikulum IB Diploma, sehingga pendidikan berkualitas tinggi dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat.
Sebagai bagian dari upaya mempercepat ketertinggalan india dari negara-negara seperti Vietnam dan India, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo telah mempertimbangkan pembangunan 20 SMA “Garuda” berasrama dengan kurikulum IB Diploma.Proyek ini dikelola oleh Prof.Satryo Soemantri Brodjonegoro, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, dan akan menggunakan anggaran negara (APBN).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp DelikNTT.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








