Topik : 

Guru Pelayan Pendidikan dan Lilin di Tengah Kegelapan

Kontributor : Jailani Tong Editor: Redaksi
DelikNTT.com
image 51

Oleh: Jailani Tong, M.Pd / Dosen STAI Kupang

DelikNTT.Com – Seperti tahun-tahun sebelumnya, tanggal 25 November menjadi tanggal yang spesial, sebab pada tanggal tersebut dirayakan sebagai “HARI GURU” di seluruh Indonesia.

Guru merupakan salah satu profesi yang sangat luar biasa. Di tangan guru, gelap akan menjadi terang dan terang akan semakin bersinar.

Ki Hajar Dewantara perna mengungkapkan bahwa Guru haruslah menjadi teladan, seorang model sekaligus mentor dari anak/siswa di dalam mewujudkan perilaku yang berkarakter yang meliputi olah pikir, olah hati dan olah rasa. Konsep pendidikan menurut Ki Hadjar Dewantara dengan menerapkan “Sistem Among”, “Tutwuri Handayani” dan “Tringa”.

Guru memiliki peran penting dalam perkembangan perilaku anak. Ada satu pepatah mengatakan, “Guru Kencing Berdiri Murid Kucing Berlari”. Ini membuktikan bahwa guru adalah seorang model yang sangat berpengaruh dalam perkembangan perilaku anak.

Tahun ini pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbud Ristek) mengusung tema Hari Guru Nasional tahun 2022 “Serentak Berinovasi, Wujudkan Merdeka Belajar”.

Berinovasi berasal dari kata dasar inovasi dan kemudian mendapatkan imbuhan awal (ber) sehingga menjadi kata berinovasi.

Berinovasi berarti menemukan sesuatu hal yang baru atau melakukan berbagai pembaruan yang terbentuk dalam sebuah produk, ide, desain, dan lain sebagainya. Kata Inovasi jika disandingkan dengan kata Guru, ibarat sepasang kekasih yang sangat ideal.
Profesi guru erat kaitannya dengan kata inovasi, mengapa demikian, sebab guru selain dituntut menemukan hal yang baru juga dituntut untuk melakukan berbagai pembaruan lewat proses pembelajaran, baik di dalam mau pun di luar kelas, baik menggunakan media konkret maupun menggunakan teknologi.
Baca Juga :  5 Metode Pendidikan Karakter Menurut Helmawati
  • Bagikan