Topik : 

Generasi Emas Pemimpin Masa Depan

Kontributor : Jailani Tong Editor: Redaksi
DelikNTT.com
Generasi EmasDIgital

DelikNTT.Com – Bangsa Indonesia di tahun 2045 akan memasuki usia 100 tahun kemerdekaannya. Sebuah perjalanan panjang dengan berbagai dinamikanya, kini mengantarkan bangsa Indonesia menuju usia satu abad. Jika dianalogikan dengan usia manusia, mungkin pada tahun 2045, Indonesia menjadi sebuah bangsa yang tidak memiliki kekuatan apapun, namun realitanya tidak demikian. Justru hari ini bangsa Indonesia terus menunjukan kemajun dan eksistensinya di dunia Internasional.

Pada tahun 2045, selain Indonesia berada pada usianya yang ke 100 kemerdekaan, pada tahun tersebut juga, Indonesia diberikan sebuah anugerah oleh Allah berupa bonus demografi. Bonus demografi merupakan istilah yang dikembangkan oleh ahli ekonomi Harvard, David Bloom dan David Canning.

Menurut Setiawan (2018) menyebutkan bahwa Bonus demografi adalah kondisi yang terjadi saat sebuah negara memiliki jumlah penduduk usia  produktif lebih  tinggi  dibandingkan  usia  non-produktif.

Sedangkan menurut Fakhriyani (2017) menyebutkan bahwa Bonus demografi adalah peluang (window of opportunity) yang dinikmati suatu negara sebagai akibat dari besarnya proporsi penduduk produktif (rentang usia 15-64 tahun) dalam evolusi kependudukan yang dialaminya. Kurang lebih 22 tahun yang akan datang, bangsa Indonesia akan mengalami kondisi sebagaimana yang digambarkan di atas.

Bonus demografi yang dialami oleh bangsa Indonesia, tentunya akan memberikan dampak positif bagi perkembangan pembangunan jika dapat dimanfaatkan dengan baik. Namun sebaliknya, akan menjadi bencana, jika tidak menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas, Mariyani dan Alfansyur (2021).

Sumber daya manusia yang berkualitas adalah sumber daya manusia yang memiliki sujumlah kompetensi, termasuk pengetahuan dan karakter sehingga mampu melakukan adabtasi dengan setiap perkembangan zaman. Menurut Hasan (1987) ada tiga dimensi yang harus diperhatikan untuk meningkatkan kualitas SDM yang ideal: (1) dimensi kepribadian sebagai manusia, yaitu kemampuan untuk menjaga integritas, sikap, tingkah laku, etika dan moralitas yang sesuai dengan pandangan masyarakat, (2) dimensi produktivitas, yang menyangkut ada yang dihasilkan oleh manusia, dalam jumlah yang lebih banyak dan kualitas lebih baik, dan (3) dimensi kreatifitas, yaitu kemampuan seseorang untuk berpikir dan berbuat kreatif, menciptakan sesuatu yang berguna bagi dirinya dan masyarakat. Adapun ketiga dimensi tersebut harus mendapatkan perhatian serius oleh lembaga pendidikan.

Baca Juga :  KKG PAI Zona II Lembata Gelar Pertemuan Susun Naskah UAS

Semua orang sepakat bahwa sumber daya manusia yang berkualitas adalah kunci dari kemajuan suatu Negara. Untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas maka salah satu jalannya yaitu melalui proses pendidikan.

Generasi Emas dan Bonus Demografi

  • Bagikan