Dialog Ahil Ibadah dan Ahli IT: Refleksi di Bulan Ramadhan

Reporter : Wahid Aman Editor: Jailani Tong
DelikNTT.com
Wahid aman

Oleh: Wahid Aman

Seorang yunior mendekati dua seniornya lalu bertanya :
Yunior : Abadah dan Ait sudah sahur atau belum? (tanya Yunior kepada kedua seniornya yakni Ahli Ibadah yang dipanggil Abadah dan Ahli IT yg dipanggil Ait).

Yunior : Menurut kaka berdua, mana yang terbaik antara “hidup untuk makan atau makan untuk hidup”?. Sebelum dijawab oleh kedua seniornya, Yunior mengatakan: orang rakus akan mengatakan hidup untuk makan, orang bijak mengatakan makan untuk hidup. Abadah dan Ait tidak menjawab karena sudah ada kata-kata Yunior mendahului jawaban mereka berdua, Kedua senior hanya terdiam sambil tersenyum, lalu mereka bertiga tertawa.

Yunior melanjutkan pertanyaan : Hidup untuk Ibadah atau Ibadah untuk hidup?. Abadah menjawab “Hidup utk ibadah” Sedangkan Ait menjawab “Ibadah untuk hidup”. Masing-masing tolong beri argumentasi, mengapa jawaban demikian? Lanjut Yunior. Abadah menjawab “hidup memang untuk Ibadah. Bekerja pun Ibadah. Aktivitas apapun harus bernilai ibadah. Dalam hidup kita dianjurkan “ora et labora” yang artinya bekerja dan berdoa. Al Qur’an surah Azzariat ayat 56 mengatakan ” Dan tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali utk beribadah kpd Allah “. Jelas bahwa kita hidup untuk Ibadah, bukan Ibadah untuk hidup”. Benarkah demikian wahai pembaca? Anda yang menyimpulkan sendiri.

Giliran Ahli IT /Ait menjawab “Ibadah untuk hidup. Ibadah itu wajib dilakukan setiap manusia. Tanpa Ibadah anda tidak bisa hidup. Setiap manusia wajib melaksanakan ibadah agar mendapat balasan kebaikan dari Tuhan, Allah swt” Benarkah demikian wahai pembaca? Anda yang menyimpulkan sendiri.

Di pertemuan lain, Yunior kembali bertanya kepada kedua seniornya : Menurut kalian berdua “Lebih prioritas menjadi Ahli Ibadah atau Ahli IT?”. Kedua Senior betul-betul diuji oleh Yuniornya dengan pertanyaan kritis. Kedua senior mengerutkan kening dan mencoba mencari jawaban. Ini betul-betul ujian di bulan ramadhan.

  • Bagikan