Sepuluh Tanda Kehancuran Suatu Bangsa

Reporter : JT Editor: Aulia
DelikNTT.com
maxresdefault 1394397039
Gambar; Istimewa

Oleh: Jailani Tong, M.Pd / Dosen PGMISTAI Kupang

DelikNTT.Com – Thomas Lickona, dikenal sebagai bapak pendidikan karakter dari Cortland University di Amarika, menyebutkan bahwa, indikator sebuah bangsa sedang menuju jurang kehancuran, jika memiliki sepuluh tanda-tanda zaman yaitu, meningkatnya kekerasan dikalangam remaja, ketidak jujuran menjadi budaya, berkembangnya sikap fanatik, rendahnya rasa hormat kepada orang tua dan guru, semakin kabur moral baik dan buruk, penggunaan bahasa yang memburuk, meningkatnya perilaku merusak diri seperti penggunaan narkoba, alkohol, seks bebas, rendahnya rasa tanggungjawab sebagai individu maupun sebagai warga negara, menurunnya etos kerja dan saling curiga dan kurangnya kepedulian diantara sesama.

Jika melihat realitas sosial bangsa Indonesia saat ini, maka kesepuluh tanda-tanda tersebut dapat dengan mudah kita jumpai hampir setiap saat, baik dalam kehidupan keseharian maupun dari pemberitaan lewat media masa.

Fenomena atau realitas sosial yang sedang terjadi saat ini sebagaimana yang disebutkan di atas adalah sebuah bukti bahwa bangsa Indonesia sedang mengalami yang namanya degradasi moral atau kemerosotan moral. Sebagaimana ketahui bersama, bahwa para pelakunya tidak hanya mereka dengan tingkatan pendidikan rendah akan tetapi mereka yang telah melalaui tingkat pendidikan tinggipun memiliki moral yang tidak terpuji.

Misalkan terjaring kasus operasi tangkap tangan (OTT) atau korupsi, penyalahgunaan jabatan, dan seks bebas. Syafii maarif, dalam tulisannya di harian republika, ia menyebutkan bahwa, mereka yang telah mendapatkan gelar haji pun tidak dapat menghentikan kasus korupsi senayan.

Tidak hanya orang dewasa yang mengalami kemerosotan moral, anak-anak di usia sekolah pun mengalami kemerosotan moral. Bisa kita saksikan, banyaknya pemberitaan di media sosial dan media online, kasus bullying, aksi nyontek saat ujian berlangsung, miras, tawuran, bolos, terlambat ke sekolah, pacaran, bolos dan tidak bertanggungjawab dengan pekerjaan rumah dan tidak disiplin.

Tidak hanya sampai di situ merosotnya karakter peserta didik bangsa Indonesia, lebih parah lagi, kasus di Jawa Timur seorang guru kesenian di renggut nyawanya oleh siswa sendiri, seorang guru honorer diberikan sanksi tidak boleh ngajar karena ingin mendisiplinkan siswa dan sempat viral vedeo di sosial media seorang anak terlihat dengan jelas menantang gurunya berkelahi dan masih banyak lagi kasus yang serupa yang belum terungkap.

  • Bagikan