Topik : 

Perempuan dan Partisipasi Politik: Pemberdayaan atau Pelengkap

Reporter : Jailani Tong Editor: Redaksi
DelikNTT.com
peran perempuan dalam politik

DelikNTT.Com – Sebelum berbicara lebih jauh keterlibatan perempuan di panggung politik, alangkah baiknya, kita memahami kalimat berikut ini yang perna disampaikan oleh seorang aktivis yang bernama Soe Hok Gie. Ia menyebutkan bahwa “Perempuan akan selalu dibawah laki-laki kalau yang diurusi hanya baju dan kecantikan’’ (Soe Hok Gie).

Sejarah partisipasi politik perempuan adalah kisah panjang perjuangan untuk mendapatkan hak pilih dan hak berpartisipasi secara aktif dalam politik. Hampir di seluruh belahan dunia, perempuan berhadapan dengan diskriminasi dan hambatan dalam Upaya untuk mendapatkan haknya.

Pada awal abad ke-19, hampir di seluruh dunia, perempuan tidak memiliki hak politik dan dianggap sebagai subyek hukum suami atau ayah mereka. Seperti beberapa negara bagian di Amerika Serikat memberikan hak suara kepada perempuan pada awal abad ke-19, tetapi hak ini sering kali dibatasi dan tidak selalu mencakup semua perempuan.

Yang berikut adalah sebuah genarakan dengan nama Gerakan Abolisionis. Gerakan anti-perbudakan di Amerika Serikat ini, terjadi pada abad ke-19 yang kemudian memicu minat perempuan dalam kontestasi politik. Banyak perempuan saat itu yang terlibat dalam gerakan abolisionis ini menyadari bahwa mereka juga harus berjuang untuk hak politik mereka sendiri, sehingga terbebas dari diskriminasi yang selama ini telah membelenggu mereka.

Sementara pada tahun 1848 terjadi Kongres Internasional Perempuan yang diadakan di Seneca Falls, New York, AS. Pada kongres ini, Elizabeth Cady Stanton dan Lucretia Mott mempresentasikan “Deklarasi Sentimen,” yang mendesak hak suara perempuan. Peristiwa ini dianggap sebagai tonggak awal gerakan hak suara perempuan di Amerika Serikat.

Berdasarkan data BPS (2021-2022) jumlah penduduk Indonesia terus meningkat. Pada tahun 2021 jumlah penduduk Indonesia berada pada angka 271,58 juta jiwa dengan rincian, Lak-laki sebanyak 136,34 juta jiwa dan Perempuan 135,24 juta jiwa. Sedangkan pada tahun 2022 penduduk Indonesia berjumlah 274,20 juta jiwa dengan rincian, Laki-laki sebanyak 138,45 juta jiwa dan Perempuan 135,75 juta jiwa.

  • Bagikan