Keluarga dalam pandangan agama merupakan lembaga pendidikan yang pertama, tempat dimana anak menerima nilai-nilai pendidikan yang memanusiakan manusia. Keluarga memberikan pengaruh besar terhadap corak perilaku seseorang. Itu sebabnya dalam teori perilaku anak selalu meniru perilaku orang-orang yang didekatnya, termasuk orang tua, guru dan juga keluarga.
Perilaku menunjukkan karakter seseorang. Karakter menjadi tanggung jawab bersama oleh semua pihak. Sekolah, keluarga dan lingkungan memiliki peran yang strategis dalam membentuk karakter.
Selama ini, terkesan bahwa urusan perilaku atau karakter adalah tanggung jawab lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan terkesan seperti “bengkel”. Orang tua meyakini bahwa ketika anaknya memiliki masalah karakter, lewat sekolah akan diperbaiki. Padahal dalam persoalan perubahan perilaku seseorang itu membutuhkan proses. Proses erat kaitannya dengan waktu, ia tidak sebentar tapi membutuhkan waktu yang cukup lama, terlebih urusan karakter. Di samping itu, semua elemen termasuk keluarga dan lingkungan turut serta di dalamnya.
Oleh: Jailani Tong, M.Pd / Dosen STAI Kupang
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp DelikNTT.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.





