Topik : 

Pemuda Muhammadiyah sebagai Katalisator Perubahan Politik 2024

Reporter : Jailani Tong Editor: Redaksi
DelikNTT.com

DelikNTT.Com – Pemuda Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi otonom Muhammadiyah. Pemuda Muhammadiyah berdiri pada 2 Mei 1932 M atau bertepan dengan 26 Dzulhijjah 1350 H di Yogyakarta.

Di tahun 1932, pada kongres Muhammadiyah ke-21 di Makassar salah satu keputusannya yaitu membentuk Pemuda Muhammadiyah. Namun, dalam sejarahnya, disebutkan bahwa Pemuda Muhammadiyah ada kaitannya dengan keberadaan Siswo Proyo Priyo (SPP), suatu gerakan yang sejak awal diharapkan K.H Ahmad Dahlan dapat melakukan kegiatan pembinaan terhadap remaja/pemuda Islam dan gerakan ini menunjukan suatu perkembangannya yang sangat luar biasa dan hingga saat ini, Pemuda Muhammadiyah telah ada di seluruh Indonesia dan telah memberikan kontribusi dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia.

Maksud dan tujuan Pemuda Muhammadiyah dibentuk adalah untuk menghimpun, membina dan menggerakkan seluruh potensi pemuda Islam demi terwujudnya kader persyarikatan, kader umat dan kader bangsa dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah itu sendiri.

Konteks Politik Tahun 2024

Pada tahun 2024 mendatang, di seluruh Indonesia akan melaksanakan pemilihan umum secara serentak yaitu memilih anggota legislatif dari tingkat daerah hingga pusat dan sekaligus memilih presiden dan wakil presiden periode 2024-2029. Hingga saat ini, dinamika politik masih dinamis, termasuk dukungan-dukungan dari partai politik kepada para kandidat.

Sejauh ini, sudah muncul beberapa nama sebagai bakal calon presiden, diantaranya Prabowo Subiyanto, Ganjar, dan Anies Baswedan. Ketiga nama tersebut, masing-masing telah mendapatkan dukungan dari beberapa partai koalisi, namun, dukungan tersebut selain tidak menjamin kemenangan juga tidak menjamin kesetiaan. Sebab, politik itu dinamis, bergabung dan atau meninggalkan koalisi, menjadi hal yang biasa, karena yang abadi di dalam politik hanyalah kepentingan.

Seperti biasanya, menjelang pesta demokrasi, terutama pemilihan presiden dan wakil presiden, membuat situasi dan kondisi bangsa Indonesia terkadang tidak kondusif, sebagaimana yang terjadi pada sebelum-sebelumnya. Hal ini dikarenakan isu-isu yang dimainkan sangat sensitif yaitu isu pembelahan, seperti isu agama dan identitas. Isu ini bisa menjadi sumber perpecahan di masyarakat karena agama memiliki peran penting dalam kehidupan sosial dan politik Indonesia.

Peran Pemuda dalam Politik

  • Bagikan