Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Pembelajaran Coding, Impian Wujudkan Pembelajaran Kritis di Era Kecerdasan Buatan

Reporter : Jai Editor: Redaksi
WhatsApp Image 2025 07 05 at 08.47.24 e1751682646885
Foto: Nazhori Author (Pengajar AIK di Uhamka Jakarta)

Di samping itu, teknologi informasi dengan kecanggihannya kembali menggugah rasa ingin tahu manusia sejak diluncurkannya bahasa pemrograman dalam bentuk artificial intelligence (AI).  Akal imitasi ini dapat menjawab suatu perintah yang disusun melalui pertanyaan melalui mesin komputasi.

Kendati memiliki nilai manfaat, para ahli teknologi informasi seperti Onno W Purbo dalam suatu podcast misalnya mengatakan, tanpa disadari AI ada digenggaman kita, namun AI bisa bias, tugas manusia adalah memverifikasi dan mengujinya kembali.

Scroll kebawah untuk lihat konten
WhatsApp Image 2025 05 31 at 18.15.04
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Sejalan dengan itu, melalui uraian mengungkap realitas, F Budi Hardiman  dalam Aku Klik Maka Aku Ada, Manusia Dalam Revolusi Digital (2021), mengatakan aktivitas berpikir (ide) menjadi sesuatu yang langka. Luapan informasi tidak tersaring yang ada sirkulasi pesan dalam komunikasi digital.

Kemunculan kecerdasan buatan (AI) sebagai teknologi digital semakin memanjakan manusia untuk mengeksplorasi suatu hal. Pikiran manusia mengerucut ke jari. Budi Hardiman mengistilahkan dengan Homo digitalis, digitus artinya jari, manusia jari, bukan manusia bijak (sapiens ). Manusia gawai yang menunjukkan modus keberadaannya lewat tindakan digital.

Baca Juga :  Kedubes AS Buka Lowongan Kerja, Lulusan SD SMA SMK Hingga S1, Gaji Mencapai 40 Juta per Bulan!

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp DelikNTT.COM

+ Gabung

  • Bagikan