Di samping itu, teknologi informasi dengan kecanggihannya kembali menggugah rasa ingin tahu manusia sejak diluncurkannya bahasa pemrograman dalam bentuk artificial intelligence (AI). Akal imitasi ini dapat menjawab suatu perintah yang disusun melalui pertanyaan melalui mesin komputasi.
Kendati memiliki nilai manfaat, para ahli teknologi informasi seperti Onno W Purbo dalam suatu podcast misalnya mengatakan, tanpa disadari AI ada digenggaman kita, namun AI bisa bias, tugas manusia adalah memverifikasi dan mengujinya kembali.
Sejalan dengan itu, melalui uraian mengungkap realitas, F Budi Hardiman dalam Aku Klik Maka Aku Ada, Manusia Dalam Revolusi Digital (2021), mengatakan aktivitas berpikir (ide) menjadi sesuatu yang langka. Luapan informasi tidak tersaring yang ada sirkulasi pesan dalam komunikasi digital.
Kemunculan kecerdasan buatan (AI) sebagai teknologi digital semakin memanjakan manusia untuk mengeksplorasi suatu hal. Pikiran manusia mengerucut ke jari. Budi Hardiman mengistilahkan dengan Homo digitalis, digitus artinya jari, manusia jari, bukan manusia bijak (sapiens ). Manusia gawai yang menunjukkan modus keberadaannya lewat tindakan digital.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp DelikNTT.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.







