Part 2 – Pendidikan Karakter di Sekolah

Kontributor : JT Editor: Redaksi
DelikNTT.com
images 3
Gambar: Istimewah

Oleh: Jailani Tong, M.Pd / Dosen STAI Kupang

Delikntt.Com – Tulisan ini adalah kelanjutan dari tulisan yang pertama dengan judul “Pendidikan Karakter dalam Keluarga“.

Pada tulisan sebelumnya, telah dijelaskan bahwa keluarga memiliki peran yang sangat luar biasa dalam membentuk karakter anak. Oleh sebab itu, keluarga (orang tua) perlu memiliki pengetahuan sehingga prosesnya dapat berjalan dengan baik.

Pembentukan karakter anak di dalam keluarga, diantaranya dengan cara mengintegrasikan nilai karakter ke dalam aktivitas sehari-hari di dalam lingkungan keluarga, misalkan minta tolong dan ucapkan terima kasih kepada anak ketika ia telah membantu dalam sebuah pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya.

Pendidikan karakter selain menjadi tanggung jawab keluarga (orang tua), juga menjadi tanggung jawab lembaga pendidikan dalam hal ini adalah sekolah.

Doni Koesoema Albertus menjelaskan bahwa lembaga pendidikan juga memiliki peran yang sangat strategis dalam membentuk karakter siswa. Menurutnya, lembaga pendidikan (sekolah) dapat membentuk karakter siswa melalui berbagai kegiatan, diantaranya melalui proses pembelajaran di dalam kelas, melalui proses pembiasaan di sekolah yang dilakukan secara terus menerus, dan juga dapat dilakukan dengan cara guru memberikan contoh secara langsung, baik itu tingkah laku maupun ucapan (uswatun hasanah).

Pendidikan Karakter Berbasis Kelas

Menurut Doni Koesoema Albertus kelas merupakan tempat utama terjadinya proses pendidikan. Di dalam kelas, guru, siswa dan antarsiswa senantiasi membangun interaksi dalam proses pembelajaran. Berhasil atau tidaknya, tergantung guru dalam mengelola atau membangun iklim kelas yang nyaman dan menyenangkan bagi siswa, sehingga kelas menjadi komunitas belajar yang saling menumbuhkan dan mengembangkan, baik secara akademik maupun secara moral (karakter). Oleh sebab itu, menurutnya, guru harus mampu membangun kualitas relasi dengan siswa di dalam kelas dan di dalam proses pembelajaran.

Baca Juga :  Adab Tersapu Arus: Runtuhnya Etika Media Sosial

Dalam proses pembelajaran, tentu memiliki banyak cara untuk membentuk karakter siswa, selain membangun relasi yang kuat antara guru dan siswa, diantaranya adalah bagaimana seorang guru mampu mengintegrasikan nilai-nilai karakter ke dalam proses pembelajaran, tentu ini bukan hal yang sulit bagi seorang guru.

Walaupun terbilang mudah, akan tetapi seringkali dalam proses pembelajaran di kelas masih terasa hampa dengan hal-hal yang demikian. Bukan guru tidak mampu tapi terkesan diabaikan. padahal proses pembelajaran memiliki kekuatan untuk dapat membentuk karakter siswa.

Sebagai contoh, dalam proses pembelajaran guru dapat menggunakan pembelajaran berbasis studi kasus yang melibatkan pilihan moral dan etika. Diskusikan dengan siswa terkait hal tersebut dan meminta pendapat mereka bagaimana cara mengambil keputusan jika berada dalam situasi seperti itu.

Selain itu, pendidikan karakter juga dapat diintegrasikan dalam proses pembelajaran yaitu melalui cara berdo’a sebelum dan sesudah melakukan aktivitas proses pembelajaran, biasakan untuk membersihkan sampah di dalam kelas sebelum meninggalkan ruangan kelas. Hal-hal semacam ini memang sangat kecil, akan tetapi jika dilakukan secara kontinu maka akan berdampak baik terhadap perilaku siswa atau dengan kata lain karakter siswa akan terbentuk. Mengapa demikian? karena seorang guru tentunya memiliki pengaruh dan daya tarik yang cukup kuat bagi siswa.

Sebagai contoh, misalkan guru memberikan tugas rumah, lalu dibantu orang tua dengan cara yang belum perna diajarkan oleh gurunya sebelum di sekolah, maka anak akan sulit untuk menerimanya. Oleh sebab itu, sebagai seorang guru, perlu memaksimalkan potensi tersebut untuk kebaikan anak didik.

Pendidikan karakter berbasis kelas adalah sebuah pendekatan yang mana nilai-nilai karakter dikembangkan secara terstruktur dan terintegrasi dalam proses pembelajaran di kelas sehari-hari. Tujuannya yaitu agar dapat membantu siswa mengembangkan kualitas diri yang baik (berkarakter).

Baca Juga :  Part 3 - Pendidikan Karakter di Masyarakat

Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Sekolah

  • Bagikan