Part 1 – Pendidikan Karakter dalam Keluarga

Reporter : JT Editor: Redaksi
DelikNTT.com
images 1
Gmabar: Istimewah

Oleh: Jailani Tong, M.Pd / Dosen STAI Kupang

Delikntt.ComPendidikan merupakan sebuah usaha yang dilakukan agar seseorang yang tadinya tidak tahu menjadi tahu tentang sesuatu hal yang baru.

Sedangkan karakter merupakan sifat-sifat atau budi pekerti yang menjadi pembeda antara dirinya dengan orang lain atau dengan kata lain karakter merupakan identitas diri seseorang. Contoh sederhana yaitu seorang anak berani berkata jujur atau selalu bertanggung jawab dengan apa yang telah ia lakukan.

Agar dapat membentuk karakter anak seperti contoh di atas, tentu tidaklah semudah membalik telapak tangan. Dalam membentuk karakter anak, tentu menjadi tanggung jawab bersama, namun, di dalam Pagedangan agama islam, keluarga paling pertama yang bertanggung jawab dan memiliki peran yang sangat besar. Selain membutuhkan waktu, dalam membentuk karakter anak, keluarga (orang tua) perlu memilki pengetahuan, komitmen dan konsisten sehingga apa yang diinginkan dapat terwujud dengan baik.

Peran Keluarga dalam Membentuk Karakter Anak

Keluarga adalah tatanan sosial yang paling kecil dalam masyarakat, akan tetapi memiliki pengaruh yang sangat besar dalam kemajuan suatu bangsa. Prof. Ahmad Tafsir menjelaskan bahwa, baik buruknya suatu tatanan masyarakat tergantung bagaimana kualitas pendidikan dalam keluarga, begitupula dengan maju dan mundurnya suatu bangsa tergantung keluarga.

Pernyataan tersebut tentu tidak terlalu berlebihan, sebab keluarga adalah lembaga pendidikan yang paling utama bagi anak-anak. Sebagaimana yang dijelaskan dalam Islam bahwa Al-Ummu madrasatul ula”. Artinya: Ibu adalah madrasah (sekolah) pertama bagi anaknya.

Selain itu juga dibalik ungkapannya memberikan sebua informasi kepada kita semua bahwa keluarga memiliki peran yang sangat penting, oleh sebab itu, keluarga harus memainkan perannya dalam memberikan contoh yang konkret secara terus menerus agar
anak-anak dapat melihat dan menirukan seluruh perilaku yang ia lihat.

Dalam pandangan psikologi, anak sangat mudah mengimitasi (meniru) seluruh perilaku orang dewasa apa lagi keluarganya (orang tua). Dengan demikian karakter akan terbentuk dengan sendirinya karena anak telah dibiasakan dengan contoh-contoh yang baik di dalam keluarga.

Contoh Konkret dalam Membentuk Karakter Anak

Imam Al-Ghazali dan Ibn Miskawaih berpandangan bahwa akhlak (karakter) merupakan indikator pencapaian dalam proses pembelajaran atau pendidikan. Dikarenakan pentingnya pembentukan karakter pada manusia (anak), pendidikan karakter harus menjadi perhatian yang serius oleh seluruh lapisan masyarakat terutama orang tua (keluarga).

Dalam lingkungan keluarga, orang tua disebut sebagai pendidik yang pertama dan utama sebelum anak mengenal lembaga pendidikan yang formal, maka wajib bagi orang tua untuk memiliki seperangkat pengetahuan agar dapat melakukan tugas dan fungsinya dengan baik dalam hal ini adalah membentuk karakter anak.

  • Bagikan