Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Ngajinya Fiqh Ikhtilaf, Hasilnya Keras Hati

Reporter : Jailani Editor: Redaksi
145196262
Gambar: Ilustrasi
Atau mungkin saja hendak meneladani adab Ken Arok terhadap Empu Gandring gurunya yang dibunuh setelah diambil ilmu dan kerisnya tanpa belas kasih. Apakah adab ini yang hendak di ajarkan ?

Adab bukan menuhankan seseorang selain tuhan— tapi ikhtiar memuliakan, menghargai dan menghormati— jadi tiada sama sekali adab bersinggungan dengan sikap syirik, lantas adab dibatalkan hanya untuk menjaga aqidah— itu kebablasan bin kelewatan.

Ngajinya pyur fiqh: berkisar benar salah, sunah bid’ah, sesat, kafer, munafiq, dhollah dan istilah-istilah teknis lainnya yang kemudian menjadikan diri merasa paling benar sendiri, paling aswaja sendiri, paling sunah sendiri menganggap yang tidak sepemikiran sebagai salah. Di tahdzir tidak boleh di dengar, tidak boleh di ambil ilmunya, tidak boleh berteman bahkan sekedar duduk bersama di haramkan. Berlakulah kebenaran tunggal. Memandang penuh curiga kepada yang berbeda meski seiman.

I’dilu ya Muhammad .. .. ittaqqillah ya Muhammad. .. .. Bahkan Nabi saw saja diperkusi karena sikap merasa paling benar sendiri— siapapun dicela, dilaknat dan disesatkan sebelum dikaferkan.

Baca Juga :  Muhammadiyah dan Krisis Rasa Memiliki
Disclaimer:
Artikel Ini Merupakan Kerja Sama DelikNTT.Com Dengan Nurbani Yusuf. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Nurbani Yusuf.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp DelikNTT.COM

+ Gabung

  • Bagikan