Oleh: Sudarjo Abd. Hamid / Guru dan Penulis asal Lembata
DELIKNTT.COM – Kehadiran air dari langit (Hujan) adalah mimpi besar bak mendapat durian runtuh para petani. Mengingat sebagian besar masyarakat Kedang bermata pencaharian bercocok tanam.
Sebelum musim pengharapan ini tiba, tentunya para petani sudah siaga pembersihan lahan (Kotan Kamar), memangkas pohon kecil/ yang besar (Helu’ Ledung), membakar rumput yang telah di bersihkan (Pa’ Oto) selanjutnya menunggu musim tanam.
Ketika memasuki musim hujan, para petani mulai proses meluruhkan bulir menjadi butir butir jagung (Hepu’ Tawan). Biji biji jagung yang telah luruh tersebut telah di pilah menjadi unggul dan berkualitas yang bakal untuk di tanam setelah itu.
Bukan hanya biji jagung yang ditanam, namun dicampur dengan kacang dan juga biji labuh kuning, biar tumbuh bersamaan setelah ditanam.
Pagi hari tentunya waktu yang pas untuk menanam setelah hujan kemarin. Tentunya para petani mulai berduyun, untuk menanam di ladang yang telah bersih tersebut.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp DelikNTT.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.






