Menyambut Generasi Emas 2045 dengan Character Building

Reporter : JT Editor: Aulia
DelikNTT.com
1618764532288605 0
Gambar: Istimewa

Oleh: Jailani Tong, M.Pd / Dosen STAI Kupang

DelikNTT.Com – Pembentukan karakter di Indonesia telah dimulai sejak bangsa Indonesia
memproklamirkan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945.

Pemerintah pada waktu itu telah mencanangkan program yang telah kita kenal bersama yaitu “nation and character building” namun, pada tataran implementasinya belum dapat berjalan dengan baik dan maksimal sebagaimana yang diharapkan saat itu, dikarenakan bangsa Indonesia masih disibukan dengan beberapa persoalan lainnya serta serangan-serangan lanjutan dari parah penjajah.

Pendidikan karakter demikian pentingnya sehingga selalu mendapatkan perhatian dan respons sangat serius oleh pemerintah dari setiap rezim ke rezim lainnya, menggunakan sudut pandang penyelesaian masing-masing dengan menyesuaikan setiap perkembangan zaman. Karena setiap zaman memiliki tantangan yang berbeda maka, perlu cara baru dalam penyelesaiannya.

Pada tahun 2010 dalam sebuah momentum perayaan Hari Pendidikan Nasional, Kemendiknas menegaskan kembali dalam sambutannya terkait dengan pendidikan karakter, demikian juga dengan era kepemimpinan saat ini, lewat nawa cita yang salah satu pruduk diantaranya adalah Revolusi mental.

Semua itu diharapkan agar bisa efektif dan menjadi salah satu solusi alternatif untuk bagaimana memperbaiki karakter bangsa yang di nilai semakin memburuk berdasarkan fakta aktual di lapangan, maka dari itu, sebagai solusinya adalah harus di mulai dari dunia pendidikan pada semua level terutama pada level pendidikan dasar, sebagai awal untuk menuju ke level pendidikan selanjutnya.

Hal tersebut dilakukan karena dalam usia pendidikan, terutama pada level usia sekolah dasar, dimana memiliki usia yang dinilai cocok dan tepat untuk di arahkan pembentukan karakternya. Hal ini di dasari lewat teori Tabula Rasa, yang menyatakan bahwa “setiap anak yang terlahir bagaikan kertas putih yang bisa di bentuk sesuai dengan kehendak”, oleh karenanya itu maka, hal tersebut merupakan sebuah peluang agar lembaga pendidikan melakukan internalisasi nilai-nilai karakter demi menciptakan generasi unggul yang berjiwa ke Indonesia demi menyambut generasi emas di tahun 2045.

  • Bagikan