Topik : 

Menakar Kekuatan Calon Gubernur, Analisis Pilgub NTT 2024

Reporter : Jailani Editor: Redaksi
DelikNTT.com
Amir Kiwang
Gambar: Amir S. Kiwang, M.Si (Pengamat Politik Universitas Muhammadiyah Kupang)

Oleh: Amir S. Kiwang, M.Si

(Pengamat Politik Universitas Muhammadiyah Kupang)

Kupang, DelikNTT.Com – Lembaga survei Charta Politika pada beberapa waktu yang lalu telah merilis hasil survei berjudul “Preferensi Politik dan Sosial Masyarakat NTT”. Dari lima nama yang beredar, Melki Lakalena Politisi dari Partai Golkar memiliki elektabilitas 31,1%. Disusul Politikus Senior Demokrat Benny Kabur Harman 26,9%, Ansy Lema dari PDIP (24.9%), dan Simon Petrus Kamlasi (Kasrem 161 Wirasakti Kupang) 2,1%.

Dari hasil survey ini menunjukan bahwa posisi tertinggi diduduki oleh Melki Lakalena dan dibuntuti oleh Ansy Lema, meski survey bukan merupakan varibel tunggal dan mutlak dalam memenangkan kontestasi pilkada, tapi paling tidak, hasil survey bisa dijadikan barometer oleh parpol untuk menentukan arah dukungan politik pada pilkada Gubernur NTT 2024.

Hal substansial dalam kontestasi Pilgub NTT nanti adalah soal total kursi yang Ada di DPRD provinsi NTT dan jumlah/syarat minimal dukungan. Total kursi yang ada di DPRD NTT adalah 65 kursi dan syarat minimal dukungan untuk satu paslon Gubernur dan wakil adalah 13 kursi. Menariknya, dari semua partai yang memperoleh kursi di DPRD NTT, tidak ada satu partai pun yang mencapai 13 kursi. Kursi terbanyak hanya 9 kursi yang dimiliki oleh PDIP, Golkar dan Geridra. Artinya mau tidak mau, suka atau tidak suka, untuk mengusung satu pasangan calon Gubernur dan wakil Gubernur dalam pilkada NTT 2024 harus dilakuan oleh koalisi partai politik.  artinya, maksimal bisa muncul lima pasangan calon jika syarat minimal itu terpenuhi. Akan tetapi itu akan sangat tergantung pada peta koalisi yang akan terjadi nanti.

Menarik untuk disimak adalah potensi siapa yang akan mendapatkan pintu partai dari sekian nama yang sedang beredar. Karena partai tetap memegang kunci dalam proses ini. Hal menarik lain utuk dicermati dalam dalam proses ini adalah soal ruang yang diberikan oleh partai politik, karena faktanya ada partai yang membuka pendaftaran secara umum bagi calon, ada partai yang tidak buka pendaftaran, ada yang buka tapi cuma untuk internal kader partai. PAN, PKB buka Pendaftaran, Golkar dan PDIP tidak buka pendaftaran, dan NasDem buka pendaftaran tapi hanya untuk kalangan Internal Partai.

  • Bagikan