Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Masuk Kabinet Versi Muhammadiyah: Jalur Parpol atau Struktural Organisasi

Editor: Redaksi
WhatsApp Image 2025 08 16 at 09.32.09 1
Foto: Ketua Umum ForDESI, Dr. Sholikh Al Huda, M.Fil.I.

Oleh: Sholikh Al Huda, Jamaah Muhammadiyah Ranting Masangan Wetan Sidoarjo

DELIKNTT.COM – Tulisan ini lahir dari obrolan ringan di warkop dekat kampus, tetapi bertumpu pada pengamatan sosiologis terhadap perilaku politik warga Muhammadiyah sejak era Reformasi, terutama menjelang dan pada masa Pemerintahan Prabowo. Fokusnya sederhana: mendeskripsikan fakta keterlibatan kader Muhammadiyah dalam kabinet tanpa menghakimi, apalagi menafsirkan secara fenomenologis.

Scroll kebawah untuk lihat konten
WhatsApp Image 2025 05 31 at 18.15.04
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Di Muhammadiyah, menjadi menteri bukan semata perkara kompetensi, CV setebal skripsi, atau gelar berlapis. Ada dua jalur yang selama ini hidup dalam imajinasi politik warga Persyarikatan: jalur partai politik dan jalur struktural organisasi.

Pertama, jalur parpol. Ini arena yang penuh dinamika. Kader Muhammadiyah yang memilih rute ini harus siap menghadapi stigma “kurang Muhammadiyah”, dianggap terlalu politis, atau dicap sebagai pemburu kursi. Namun jalur ini tetap ditempuh karena politik kekuasaan memang bekerja melalui koalisi dan negosiasi. Dalam logika politik elektoral, masuk kabinet lewat parpol bukan hanya soal kapasitas, tetapi soal keberanian menghadapi risiko reputasi dan ketahanan menghadapi kritik dari internal warga Muhammadiyah sendiri.

Baca Juga :  BikersMu Chapter Kabupaten Bogor Ikuti Kemah Dakwah Muhammadiyah dan Ortom

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp DelikNTT.COM

+ Gabung

  • Bagikan