Tapi tunggu dulu. Rahasia kekuatan supernya ternyata terletak pada “Tuan Raja.” Tuan Raja ini adalah perisai sempurna, penjaga tak terlihat yang selalu siaga melindungi sang gubernur dari segala ancaman. Orang-orang mungkin melakukan protes dan mengajukan laporan, tapi protes dan laporan itu akan tenggelam seperti batu di lautan. Para pendekar? Diam saja. Mungkin karena sedang masuk angin akibat ronda malam.
Penasehat? Hanya bicara setengah hati. Di mulutnya hanya untuk rakyat tapi di hatinya sebenarnya untuk sang gubernur. Ibaratnya bacaan doa iftitah “inna ṣalātī wa nusukī wa maḥyāya wa mamātī lillāhi rabbil-‘ālamīn”
Artinya, “Sesungguhnya sembahyangku, ibadaku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.”
Tapi ini bukan tentang hidup dan matinya Sang Tuan Raja untuk Allah melainkan hidup dan matinya Tuan Raja untuk sang gubernur.
Semua protes dan laporan berhenti di teras megah Sang Tuan Raja, yang tampaknya dilapisi beton dengan ketebalan seribu lapis.
Sungguh, gubernur ini layak dinobatkan sebagai manusia terkuat. Ia bukan hanya mampu melawan hukum, tapi juga mampu membuat semua orang di sekitarnya pura-pura buta dan tuli bahkan sang Tuan Raja yang konon katanya kepintarannya melebihi Artificial Intelegensi (AI) saat ini yang mampu melahap dengan gurih dan renyah segala macam pertanyaan rakyatnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp DelikNTT.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.





