Topik : 

Macam-macam Varian dalam Muhammadiyah, Anda yang mana

Reporter : JT Editor: Redaksi
DelikNTT.com
2023 05 28 muncul varian kristen muhammadiyah ternyata ini latar belakangnya
Gambar: Istimewah

Oleh: Jailani Tong, M.Pd / Aktivis Muhammadiyah NTT

DelikNTT.ComMuhammadiyah merupakan salah satu organisasi terbesar di Indonesia yang telah banyak memberikan pengaruh dan juga menarik perhatian banyak ilmuwan, baik itu di dalam maupun dari luar negeri. 

Diantara banyak ilmuwan yang telah melakukan penelitian tentang Muhammadiyah, masing-masing memiliki perspektif tersendiri tentang Muhammadiyah itu sendiri dari sudut pandang keilmuannya masing-masing.

Deliar Noer dalam disertasi doktor di Cornell University yang menjadi buku dengan judul The Modernist Muslim Movement in Indonesia, 1900-1942 (1973) memasukkan Muhammadiyah sebagai gerakan modernis Islam. Hal ini berbeda dengan James L. Peacock di dalam dua bukunya yaitu Purifying the Faith; The Muhammadiyah Movement in Indonesia Islam (1978) dan Muslim Puritans; Reformis Psyichology in Southeast Asian Islam (1978) menyebut Muhammadiyah sebagai representasi gerakan purifikasi Islam di Indonesia (Burhani, 2016).

Pandangan lain terhadap keberadaan Muhammadiyah juga terbaca dari karya Clifford Geertz, George Kahin, Robert van Neil, mereka memasukkan Muhammadiyah ke dalam gerakan sosio-kultural.

Dari beberapa istilah di atas, menurut (Nashir, 2016) merujuk pada satu pengertian, yaitu gerakan pembaharuan atau tajdid. Nurcholish Madjid menilai pembaruan yang dilakukan oleh Ahmad Dahlan merupakan lompatan dan terobosan namun tidak memiliki sifat berseberangan dengan kondisi sebelumnya (Nashir, 2016).

Sementara itu, dalam disertasinya Abdul Munir Mulkhan dengan judul Islam Murni dan Masyarakat Petani (2000). Berdasarkan studi lapangannya di Desa Wuluhan Jember, Jawa Timur, Mulkhan mendapatkan empat kategori atau varian dalam warga Muhammadiyah.

Pertama, Muhammadiyah Ikhlas, yaitu warga Muhammadiyah yang memiliki tendensi puritan yang kuat.

Kedua, Warga Muhammadiyah Ahmad Dahlan, yang memiliki karakter moderat dalam berinteraksi dengan yang lain, namun tetap berpegangan kuat pada landasan keagamaan dan norma organisasi Muhammadiyah.

  • Bagikan