Kisah Inspiratif, Anak Penjual Sayur di Pasar Raih Gelar Magister di UAD

Kontributor : JT Editor: Redaksi
DelikNTT.com
WhatsApp Image 2023 10 29 at 20.54.05
Gambar: Muthia Prasong, Mahasiswa Pascasarjana UAD

Oleh: Muthiah Prasong, M.Pd. / Dosen IKIP Muhammadiyah Alor

DelikNTT.Com – Semoga tulisan ini dapat menjadi motivasi buat yang membaca khususnya yang ingin kuliah tapi memiliki keterbatasan dengan ekonomi.

Semua orang tahu bahwa biaya kuliah itu tidak sedikit, itulah kenapa banyak yang ingin kuliah tapi tidak bisa karena keterbatasan ekonomi keluarga.

Tapi kenapa saya bisa sampai pada Titik ini,

Apa karena orangtua saya kaya?

punya banyak uang.??

Tidak.!!

Sedikit saya bercerita,

Ayah saya seorang kuli bangunan dan ibu saya seorang penjual sayur di pasar, yang kalau mau dibilang pendapatannya tidak cukup untuk biaya kuliah,karena untuk biaya hidup sehari-hari pun sangat susah.

Di tahun 2010 lalu, ayah saya meninggal ketika saya baru masuk MAN 01 Alor beberapa bulan, disaat itu saya sangat terpukul tanggungan hidup saya ditanggung penuh oleh ibu, yang hanya seorang penjual sayur di pasar, ibu berperan sebagai ayah sekaligus, susah senang, bahagia dan sedih kami lewati bersama, ingin rasanya saya putus sekolah tapi ibu selalu menguatkan saya untuk terus melanjutkan sekolah hingga tamat di MAN 01 Alor, tahun 2013 setelah tamat dari MAN 01 alor, saya mengutarakan kepada ibu untuk melanjutkan studi sarjana (S-1) seperti orang-orang atau kawan-kawan seangkatan saya.

Saya mengutarakan itu kepada keluarga, termasuk kakak saya yang telah berkeluarga. Namun tak ada satupun yg mengeluarkan suara untuk mau membantu saya meraih mimpi masa depan saya itu karena memang kakak-kakak sayapun hidup berkecukupan hanya untuk kebutuhan sehari-hari saja sehingga ibu yang memanggil saya ke kamar lalu menyampaikan pada saya, “nak jika kamu ingin melanjutkan kuliah maka lanjutkanlah, ibu ada sedikit menyisihkan uang untuk mu, besok pergilah ke Kampus STKIP Muhammadiyah kalabahi dan ambillah formulirnya.

Baca Juga :  Rumah Sebagai Tempat Pendidikan Karakter

Karena kegigihan saya ingin menjadi sarjana dan ingin menjadi da’iyah untuk berdakwah di bumi yang minoritas itu, maka dengan tekad yang bulat dan yakin akan pertolongan Allah. Saya daftarkan diri di Kampus Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) milik yayasan Muhammadiyah. Saya mendaftarkan diri dengan uang pinjaman tetangga kami. Ibuku pun berjuang demi masa depan dan cita-cita saya ingin menjadi daiyah itu.

Setahu saya muhammadiyah itu memiliki jurusan agama yang bisa melahirkan sarjana agama. Namun ternyata perkiraan saya keliru, saya masuk di STKIP Muhammadiyah itu hanya terdapat 2 program studi yakni Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Pendidikan Matematika. Karena memang kampus pun baru berdiri tahun 2014. Maka sayapun mengejar mimpi di tempat  tersebut, karena tidak ada jurusan agama untuk memenuhi keingina saya, maka jurusan yang ada saat itu saya bismillaah saja untuk masuk di prodi matematika.

  • Bagikan