Oleh: Sudarjo Abd., Hamid, S.PdI (Guru Pada SDN Leuwalang Kec. Omesuri Lembata NTT)
OPONI, DELIKNTT.COM – Bulan bahasa merupakan sebuah momentum untuk meriah rayakan, serta memahami kekayaan dan ragam bahasa dan sastra Indonesia yang sangat aneka. Keberagaman tersebut menyebar setiap daerah dengan berbagai model bahasa daerah, dengan jumlah kurang lebih 718 bahasa. Jumlah ini berdasarkan data dari Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Tekhnologi (Kemendikbud Ristek).
Indonesia meupakan salah satu Negara yang memiliki keragaman bahasa yang sangat tinggi, sehingga menempati urutan kedua setelah Papua Nugini sebagai Negara dengan bahasa daerah terbanyak di dunia. Sebanyak 90 % bahasa daerah Indonesia tersebar di wilayah timur Indonesia, seperti Papua, Maluku, NTT dan juga Sulawesi.
Indonesia memiliki keragaman bahasa yang tinggi dan menjadi populasi multibahasa tersebar kedua didunia. Bahasa Indonesia menjadi bahasa pemersatu yang memungkinkan berbagai kelompok etnis dan budaya untuk berinteraksi tanpa kehilangan identitas mereka.
Namun ada beberapa bahasa daerah yang terancam punah. Menurut UNESCO, setiap dua minggu ada satu bahasa daerah yang hilang atau punah didunia. Di Indonesia pada tahun 2019, 11 bahasa daerah sudah dinyatakan punah.
Bahasa Kedang adalah bahasa yang dituturkan di wilayah Kedang, di pesisi utara pulau Lembata, Nusa Tenggara Timur. Bahasa ini termasuk dlam rumpun bahasa Austronesia, sub-rumpun Melayu-Polinesia dan sub-kelompok Flores-Lembata.
Bahasa Kedang memiliki penutur sekitar 30.000 orang dengan ciri khas tersendiri dari sisi fonologi, morfologi, sintaksis, maupun semantik. Lahir dan berkembang secara alamiah melalui penuturan lisan dan diwariskan secara turun temurun.
Di era modernisasi, bahasa daerah seerti Kedang menghadapi ancaman kepunahan yang serius. Untuk melestarikan bahasa ini Alex Pua’ Wulohering melakukan penelitian secara mandiri dan menghasilkan sebuah buku. Pemerintah Kabupaten Lembata mengapresiasi penelitian tersebut dan berharap agar penelitian ini dapat menjadi motivasi untuk mendalami budaya lokal.
Keunikan Bahasa Kedang
Bahasa Kedang sangat unik bila dipelajari, karena sangat berbeda dengan bahasa daerah lainnya yang ada di Lembata Nusa Tenggara Timur. Antonius Rian pada Mei 2021 mengulas tentang “Bahasa Kedang Di Lembata Harus di Pelajari” pada laman Rakatntt.com, https//www.rakatntt.com , menyampaikan bahwa Bahasa ini terbilang unik karena berbeda dengan bahasa-bahasa daerah lain yang ada di sekitar Kedang, misalnya Lamaholot atau bahasa daerah di bagian kepulauan Alor, Bahasa Lamaholot digunakan oleh masyarakat Flores Timur dan sebagain Lembata kecuali Kedang.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp DelikNTT.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.






