Jika pemerintah benar-benar serius ingin menurunkan angka kemiskinan , seharusnya dipertimbangkan berapa persen anggaran yang digunakan untuk rapat-rapat di hotel dan studi banding. Sehingga dana lainnya digunakan untuk aksi nyata di lapangan.
Bagaimana mungkin negara dapat menurunkan angka kemiskinan, sedangkan para pemangku kepentingan berlagak seperti itu.
Dana 500 T itu angka yang sangat fantastik. Jika dana tersebut dibagikan kepada masyarakat untuk membuka usaha (UMKM ), bayangkan berapa banyak masyarakat Indonesia yang terbantukan.
Tapi sangat disayangkan, yang diberikan amanah untuk menurunkan angka kemiskinan, justru membuat kemiskinan semakin bertambah.
Jangan sampai “KEMISKINAN” di bangsa ini justru jadi “proyek ” bersama. Jangan sampai.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp DelikNTT.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.







