Kemiskinan: Dipelihara atau Realitas Sosial

Kontributor : Jailani Tong Editor: Redaksi
DelikNTT.com
images 2

Oleh: Jailani Tong, M.Pd./ Dosen STAI Kupang

DelikNTT.ComIndonesia termasuk salah satu negara dengan kekayaan sumber daya alam yang sangat luar biasa.

Bila kekayaan tersebut dapat dikelola dengan baik, sebagaimana yang diamanahkan dalam UU, dan nilai pancasila, tentu kesejahteraan akan dirasakan oleh seluruh rakyat indonesia, bukan seluruh rakyat (keluarga, pendukung, dan kawan dekat).

Walaupun Indonesia termasuk negara dengan kekayaan alam yang sangat luar biasa, namun dalam realitanya, kemiskinan di Indonesia masih cukup banyak. Oleh karena itu, maka pemerintah terus melakukan upaya untuk menurunkan angka kemiskinan dengan berbagai program yang telah dirancang.

Beberapa waktu yang lalu, sejumlah media online, televisi, dan cetak memberitakan bahwa dana pengentasan kemiskinan 500 T digunakan untuk studi banding dan rapat-rapat di hotel untuk membahas persoalan kemiskinan.

Apa yang dilakukan oleh pemerintah di atas sebenarnya tidak salah, karena untuk mengambil sebuah kebijakan perlu dilakukan secara kontinyu dan harus dilakukan di tempat yang baik dan nyaman. Mengapa demikian? Karena sesuatu yang dilakukan secara kontinyu dan di lakukan tempat yang baik dan nyaman terkadang melahirkan ide dan gagasan yang baik.

Namun, ada hal-hal yang perlu menjadi pertimbangan atau dalam bahasa agama islam diistilahkan dengan kata (manfaat dan mudarat), sehingga dana 500 T itu tidak hanya dihabiskan untuk studi banding dan rapat di Hotel.

Baca Juga :  Menyambut Generasi Emas 2045 dengan Character Building
  • Bagikan