Topik : 

Karya Sastra: Something By Design

Reporter : Jailani Tong Editor: Redaksi
DelikNTT.com
IMG 20240310 WA0013

Oleh: Ardjito Soeharso

Ide muncul bisa datang dari mana saja dan karena apa saja. Karena otak terangsang oleh sesuatu dari luar, lalu muncul ide sebagai respon atau tanggapan. Tapi, bisa saja otak berputar sendiri, merangkai sendiri ide dengan kemampuannya berimajinasi – membangun gambaran – sendiri tentang “sesuatu” yang terkait dengan ide yang dirangkainya.

Dari ide, otak lalu berkreasi membuat desain – rencana wujud – sebagai acuan standard mewujudkan idenya. Seperti apa nanti tampilan paling sempurna – state of the art – dari idenya ketika diwujudkan sebagai karya nyata yang otentik dari hasil olah pikirnya. Ide akan berkembang bila ditindaklanjuti dengan desain. Sebaliknya, bila tidak berlanjut ke desain, ide akan mati sia-sia.

Maka, di dalam hidup ini, dikenal dua macam realitas.

Pertama, reality by nature, realitas yang dibangun oleh alam. Realitas yang muncul, berkembang, dan dipelihara oleh alam.

Kedua, reality by design , realitas yang dibangun dengan sentuhan ide dan tangan manusia. Ada rekayasa di dalam tampilan wujud realitas. Realitas yang muncul, berkembang, dan dipelihara, dan diarahkan atau dibentuk, dengan sentuhan ide dan tangan manusia.

Hutan belantara itu reality by nature. Hutan hidup, berkembang, dan terpelihara oleh alam. Tidak ada sentuhan ide dan tangan manusia. Hutan jati, hutan karet, hutan pinus, itu reality by desain. Hutan hidup, berkembang, dipelihara, dengan ide dan sentuhan tangan manusia. Pepohonan tumbuh dan berkembang itu reality by nature. Tapi, pepohonan ditanam dengan berjarak dan model penanaman tertentu itu reality by design.

  • Bagikan