Dia pun menjawab, kalau kami yang di luar sini, bayar Rp.20.000, kalau check-in.
Kata saya kenapa beda?
Dia menjawab, kami tidak terlalu paham, soalnya itu dari perusahaan. Kami hanya bekerja.
Dia juga bercerita, kadang kala, yang tidak punya uang pun, kami bantu.
“Biasanya orang-orang dari kampung yang tidak punya uang kami bantu, gratis,” kata dia.
“Kami antar langsung ke tempat transit,” lanjutnya.
Kata dia, kami ingin membantu masyarakat yang mungkin belum terlalu paham atau baru pertama kali menggunakan pesawat.
Dalam hati saya, beginilah cara korporat untuk mendapatkan keuntungan dari masyarakat yang belum terlalu paham.
Coba kita berandai-andai, misalkan dalam sehari penyedia jasa check-in tersebut mendapatkan 10 calon penumpang pesawat.
10 dikalikan dengan Rp.60.000. maka setiap harinya mereka mendapatkan pemasukan sebesar Rp.600.000.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp DelikNTT.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.







