Jangan Pernah Melupakan Sejarah, Sebuah Refleksi atas Sumpah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah

Reporter : Mukmin Amsidi Editor: Redaksi
DelikNTT.com
WhatsApp Image 2024 06 23 at 09.47.54

DelikNTT.ComSejarah adalah cermin yang memantulkan wajah bangsa, tempat kita bercermin untuk memahami jati diri dan merangkai masa depan. Jangan Pernah Melupakan Sejarah atau yang sering disingkat JASMERAH, adalah pesan abadi dari Bung Karno yang mengingatkan kita akan pentingnya menghargai dan mempelajari sejarah. Bagi kita, anggota Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), pesan ini adalah slogan dan sebuah sumpah yang harus kita pegang teguh.

Sebagai kader IMM, kita telah dibaiat untuk menjaga sumpah ini, untuk mengabdikan diri pada bangsa dan agama dengan penuh keikhlasan dan semangat juang. Sumpah ini adalah ikrar suci yang mengalir dalam darah kita, mengingatkan kita bahwa kita adalah generasi penerus yang memiliki tanggung jawab besar untuk mengukir sejarah baru, namun tetap berakar kuat pada sejarah yang telah ditulis oleh para pendahulu.

Dalam menjaga sumpah untuk Sang Merah maron, kita dihadapkan pada tantangan zaman yang terus berubah. Globalisasi, modernisasi, dan digitalisasi menawarkan peluang dan ancaman yang sama besar. Sebagai kader IMM, kita dituntut untuk cerdas menyikapi perubahan ini tanpa melupakan nilai-nilai dasar yang telah diajarkan oleh Muhammadiyah. Kita harus menjadi garda terdepan dalam menjaga moralitas bangsa, memperjuangkan keadilan, dan memastikan bahwa nilai-nilai keislaman tetap menjadi pijakan dalam setiap langkah kita.

Menghargai sejarah bukan berarti terjebak dalam romantisme masa lalu, tetapi menjadikannya pelajaran berharga untuk langkah ke depan. Kita harus belajar dari kesalahan dan keberhasilan yang telah terjadi, menjadikannya bahan bakar untuk inovasi dan perbaikan. Sejarah Muhammadiyah yang kaya dengan perjuangan dan pengabdian adalah teladan yang harus kita pegang. Dari pendiriannya oleh KH. Ahmad Dahlan, yang dengan gigih memperjuangkan pendidikan dan pembaruan Islam di Indonesia, hingga perjuangan para kader yang terus berlanjut hingga hari ini.

Sebagai mahasiswa, kita memiliki peran strategis dalam masyarakat. Kita adalah agen perubahan yang memiliki kemampuan untuk menginspirasi dan menggerakkan masyarakat menuju arah yang lebih baik. Sumpah yang kita ucapkan bukan hanya untuk dihafal, tetapi untuk diimplementasikan dalam tindakan nyata. Kita harus berani mengambil peran aktif dalam memecahkan masalah sosial, politik, dan ekonomi yang dihadapi bangsa ini.

Sumpah untuk Sang Merah maron adalah komitmen kita untuk selalu berusaha yang terbaik bagi bangsa dan agama. Ini adalah panggilan untuk berkontribusi dalam membangun Indonesia yang lebih maju, adil, dan bermartabat. Dengan semangat JASMERAH, mari kita terus belajar, bekerja, dan berjuang, menjadikan setiap langkah kita sebagai bagian dari sejarah yang kita tulis bersama.

  • Bagikan