Rakyat tidak butuh pejabat yang pandai berpantun di podium, tapi pejabat yang tidak berubah jadi rentenir berseragam negara. Tidak perlu banyak janji, cukup jangan memeras orang yang sedang butuh layanan.
Negara Seperti Warteg
Pada akhirnya, negara itu harusnya seperti warteg. Bayar sesuai harga, dapat layanan sesuai menu. Kalau ayam goreng ya ayam goreng, bukan diganti kepala ikan. Jangan ada pungli tambahan: “Kalau mau cepat, tambah 10 ribu.”
Kasus Noel adalah alarm keras: pungli dan pemerasan sudah bukan sekadar ulah oknum, tapi indikasi sistemik. Teori patron-klien menjelaskan kenapa ia lestari: rakyat dipaksa membayar demi layanan, pejabat menikmati hasilnya. Pertanyaannya, apakah kita masih mau terus pura-pura kenyang dengan suguhan basi ini, atau berani membongkar dapurnya sekalian?
Kalau tidak, jangan-jangan Indonesia benar-benar akan jadi warteg tanpa daftar menu: semua harga bisa ditawar, asal tahu siapa yang harus disuap.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp DelikNTT.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.





