Topik : 

Harmoni Multikultural: Toleransi Umat Beragama di Kupang #2

Kontributor : JT Editor: Redaksi
DelikNTT.com
majid mutaqin kupang
Gambar: Masjid Al-Muttaqien

Oleh: Jailani Tong, M.Pd. / Dosen STAI Kupang

Delikntt.Com – Tulisan ini adalah bagian dari tulisan sebelumnya. Pada tulisan yang pertama, telah diuraikan beberapa hal, termasuk bagaimana peran agama dan juga tantangan-tantangan yang dihadapi dalam menjaga toleransi antar umat beragama di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Mahatma Gandhi, merupakan salah satu tokoh perjuangan kemerdekaan India, ia menekankan pentingnya toleransi dalam konteks agama dan budaya. Dia menganggap bahwa toleransi sebagai nilai inti yang mendukung keharmonisan antaragama dan antarbudaya dalam masyarakat. Namun dalam realitanya, masih sering kita temukan adanya gesekan-gesekan di tengah kehidupan masyarakat akibat dari isu-isu yang dimainkan oleh individu maupun kelompok-kelompok tertentu yang dengan sengaja ingin
memecahbelah kan keharmonisan yang selama ini telah dibangun, dijaga, dan dirawat dengan susah payah oleh para tokoh agama, tokoh masyarakat, pihak keamanan, dan
pemerintah.

Prof. Haedar Nadhir, dalam suatu kesempatan perna mengatakan bahwa perbedaan yang dikelola dengan baik, akan menjadi kekuatan yang sangat luar biasa, namun sebaliknya, akan menjadi bom waktu bagi bangsa Indonesia, termasuk Kota Kupang, jika tidak dijaga dengan baik. Perbedaan atau dalam istilah bernegara yaitu kebhinnekaan adalah sebuah anugerah dan hadiah terindah bagi bangsa Indonesia dan tidak dimiliki oleh negara-negara lainnya, sebab, Allah yang mahasa kuasa, yakin, bahwa hanya bangsa Indonesia sajalah yang memiliki kekuatan dan kemampuan untuk menjaga keberagaman tersebut. Dan terbukti Indonesia, khusunya Kota Kupang telah melakukannya dengan baik.

Predikat yang didapatkan oleh Kota Kupang sebagai salah satu Kota toleransi di Indonesia
tentu tidak dapatkan dengan begitu saja, namun melalui proses yang panjang dan didukung oleh kebijakan-kebijakan. Salah satu kebijakan pemerintah Kota Kupang dalam
upaya untuk mendukung, menjaga dan mempertahan nilai-nilai toleransi di tengah kehidupan bermasyarakat yaitu menetapkan Kolhua dan Fatubesi sebagai icon kampung
moderasi (pos Kupang.com, 2022), dan juga Pankase. Hal ini disebabkan, karena memiliki
penduduk yang multikultural, namun mampu mengelola perbedaan itu dengan baik.

Baca Juga :  Kajian Shahih Bukhari: Hadis ke 9 Kitab Iman
  • Bagikan