Topik : 

Fitrah Wanita

Kontributor : Jailani Tong Editor: Redaksi
DelikNTT.com
Siti Baroroh Baried
Foto: Prof. Siti Baroroh Baried (Ketua PP Aisyiyah 1965-1985)

Oleh : Siti Baroroh Baried
Ketua PP Aisyiyah 1965-1985

DelikNTT.Com – Agama Islam dipandang telah meletakkan dasar-dasar bagi pembinaan wanita, dan telah mendudukkan wanita dalam posisi yang penting dalam pembinaan masyarakat. Dalam al-Quran dan sunnah Rasul terdapat butir-butir yang menjabarkan hakikat, fungsi dan kedudukan wanita dalam segala aspek kehidupan umat manusia. Agama Islam menjunjung tinggi fitrah wanita. Yang dimaksud dengan fitrah adalah keadaan yang asli dari wanita sebagai yang telah dikodratkan oleh Sang Pencipta. Agama telah menentukan bahwa kodrat wanita itu di satu pihak sejajar dengan pria, di lain pihak berbeda dengan pria. Kesamaan dan kesejajarannya itu karena kondisi jasmaniah dan kondisi kejiwaannya memang tidak sama. Baik kesamaannya maupun perbedaannya itu selalu diselaraskan dengan fungsi dan tanggung jawabnya dalam kehidupan ini. Maka untuk dapat menemukan fitrah wanita perlu mengetengahkan dahulu (1) kesejajaran wanita dan pria, (2) kodrat wanita, (3) fungsi dan kewajiban wanita.

Kesejajaran Wanita dan Pria

Dengan tegas Islam menggariskan bahwa semua manusia itu di hadapan Tuhan sama, dan yang paling tinggi kedudukannya adalah orang yang bertakwa. Pria dan wanita diciptakan Tuhan supaya beribadah kepada-Nya dalam surat adz-Dzariyat ayat 56, “Kami menciptakan jin dan manusia semata-mata hanya untuk menyembah kepada-Ku”, dan dalam surat al-Hujurat ayat 13, “Hai manusia! Kami ciptakan kamu dari laki-laki dan perempuan. Kami jadikan kamu menjadi berbagai-bagai bangsa dan suku supaya kamu saling mengenal. Sungguh yang paling mulia di antara kamu bagi Allah, ialah yang paling takwa di antara kamu. Sungguh Allah Maha Alim dan Maha Tahu”. Seterusnya Nabi bersabda, “Sesungguhnya wanita itu mitra dari pria”. Bahwa pria dan wanita harus saling tolong menolong difirmankan dalah surat at-Taubah ayat 71, “Orang mukmin pria dan wanita harus saling tolong menolong. Mereka bersama-sama memerintah berbuat kebajikan dan melarang dari perbuatan jahat. Mereka sama-sama melakukan salat, membayar zakat, taat kepada Allah dan Rasulnya. Merekalah yang mendapat rahmat Allah. Sungguh Allah Maha Perkasa dan Maha Bijaksana”. Bahwa Tuhan tidak membedakan pahala bagi pria dan wanita, difirmankan dalam surat an-Nahl ayat 97, “Siapa yang berbuat baik, wanita maupun pria asal dia beriman, tentu Kami akan memberinya pahala sesuai dengan yang sebaik-baiknya yang mereka lakukan”.

Baca Juga :  Kemenangan Pemilu 2024 Untuk Siapa? Sebuah Refleksi Dalam Studi Filsafat

Demikian jelasnya Tuhan mendudukkan wanita sejajar dengan pria dalam kedudukannya sebagai hamba Allah yang tugasnya beribadat kepada-Nya, dan fungsinya sebagai khalifah Tuhan di bumi ini. Maka tepatlah bahwa dalam GBHN ditetapkan bahwa dalam pembangunan nasional, wanita diikutsertakan dan mendapat peranan yang penting. Dengan motivasi ajaran Islam seperti tersebut di atas, maka wanita Muslim Indonesia harus berpartisipasi di dalamnya.

Kodrat Wanita

  • Bagikan