Topik : 

Etika Politik: Menjadi Pemilih yang Toleran

Kontributor : JT Editor: Redaksi
DelikNTT.com
images 1

Oleh: Jailani Tong, M.Pd. / Aktivis Muhammadiyah NTT

DelikNTT.ComEtika politik merupakan landasan perilaku dalam berpolitik.

Hal ini mencakup nilai-nilai moral dan norma-norma yang mengatur interaksi dalam berpolitik.

Sebagai pemilih, memiliki sikap toleran dalam konteks politik adalah suatu keharusan penting dalam mewujudkan kehidupan berdemokrasi yang sehat dan harmonis. Mustahil, pesta demokrasi, khususnya PILPRES akan berjalan damai, jika elit politik, para pendukung dan pemilih bersikap arogan dan fanatik buta.

Toleransi dalam konteks politik berarti menerima perbedaan pilihan, pendapat, keyakinan, dan pandangan politik seseorang atau kelompok tanpa menghakimi atau merendahkan pihak manapun.

Seorang pemilih yang toleran tidak hanya memahami hak setiap individu untuk memiliki pandangan politiknya sendiri, tetapi juga bersedia mendengarkan dan menghormati perspektif orang lain. Sebab, setiap warga negara, tentunya telah dilindungi haknya oleh UU.

Sebagai pemilih yang toleran, kita perlu menghindari perilaku diskriminatif atau intoleran terhadap kelompok atau individu berdasarkan perbedaan politik. Hal ini melibatkan penolakan terhadap tindakan polarisasi yang dapat memecah belah masyarakat.

Baca Juga :  Elektabilitas Ganjar Lebih Tinggi dari Anies di Kalangan Pemilih NU
  • Bagikan