Oleh: Fatmawati H.A. Zakariah/ Guru SD Muhammadiyah 2 Kupang dan Mahasiswa Magister Pedagogi, Universitas Muhammadiyah Malang
DELIKNTT.COM – Di tengah keterbatasan sarana belajar di sekolah dasar, kreativitas guru menjadi penentu hidup-matinya pembelajaran. Di Kupang, sejumlah guru mulai mengubah cara mengajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dengan pendekatan berbasis proyek. Anak-anak tak lagi duduk diam mendengarkan teori, tetapi sibuk membuat model tangan manusia dari kardus dan sedotan sambil memahami bagaimana tubuh mereka bergerak.
Pemandangan ini terasa segar di tengah rutinitas belajar yang sering kali monoton. Pembelajaran berbasis proyek atau Project Based Learning (PjBL) memberi ruang bagi anak-anak untuk belajar melalui pengalaman nyata. Mereka tak hanya menghafal istilah otot, tulang, atau saraf, tetapi menemukan sendiri hubungan antarkonsep melalui kegiatan yang mereka lakukan.
Dari Hafalan Menuju Pengalaman
Selama ini, pembelajaran IPA di sekolah dasar masih cenderung berpusat pada guru. Anak mendengar, mencatat, lalu diuji lewat soal pilihan ganda. Akibatnya, banyak siswa hafal teori, tetapi tidak paham maknanya. Mereka tahu bahwa otak mengatur gerak tubuh, namun sulit membayangkan bagaimana proses itu terjadi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp DelikNTT.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.






