Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Belajar dari Sekitar: Saat Anak Kupang Menemukan Sains Lewat Proyek

Editor: Redaksi
IMG 20251113 WA0000

Oleh: Fatmawati H.A. Zakariah/ Guru SD Muhammadiyah 2 Kupang dan Mahasiswa Magister Pedagogi, Universitas Muhammadiyah Malang

DELIKNTT.COM – Di tengah keterbatasan sarana belajar di sekolah dasar, kreativitas guru menjadi penentu hidup-matinya pembelajaran. Di Kupang, sejumlah guru mulai mengubah cara mengajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dengan pendekatan berbasis proyek. Anak-anak tak lagi duduk diam mendengarkan teori, tetapi sibuk membuat model tangan manusia dari kardus dan sedotan sambil memahami bagaimana tubuh mereka bergerak.

Scroll kebawah untuk lihat konten
WhatsApp Image 2025 05 31 at 18.15.04
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Pemandangan ini terasa segar di tengah rutinitas belajar yang sering kali monoton. Pembelajaran berbasis proyek atau Project Based Learning (PjBL) memberi ruang bagi anak-anak untuk belajar melalui pengalaman nyata. Mereka tak hanya menghafal istilah otot, tulang, atau saraf, tetapi menemukan sendiri hubungan antarkonsep melalui kegiatan yang mereka lakukan.

Dari Hafalan Menuju Pengalaman

Selama ini, pembelajaran IPA di sekolah dasar masih cenderung berpusat pada guru. Anak mendengar, mencatat, lalu diuji lewat soal pilihan ganda. Akibatnya, banyak siswa hafal teori, tetapi tidak paham maknanya. Mereka tahu bahwa otak mengatur gerak tubuh, namun sulit membayangkan bagaimana proses itu terjadi.

Baca Juga :  Hasrat Berkuasa atau Jalan Pengabdian Diri

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp DelikNTT.COM

+ Gabung

  • Bagikan