Oleh: Sonny Pellokila
DelikNTT.Com – Apakah benar, nama Penfui berasal dari salah satu lokasi dalam wilayah kelurahan Penfui, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang atau Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang?. Untuk menjawab pertanyaanan ini, mari kita melihat asal mula nama “Penfui”. Penfui sebagai nama tempat atau nama wilayah saat ini, sebenarnya diambil atau diadopsi dari nama sebuah tempat di Bukit Han Oni, Desa Baumata, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang.
Bukit Han Oni
Han Oni adalah nama sebuah bukit yang letaknya tidak jauh dari Baumata dan saat ini masuk dalam wilayah administrasi Desa Baumata, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang. Bukit Han Oni (Luitenan Kolonel A. Haga menulisnya dengan Hanony) terletak di arah Tenggara (dekat Baumata) dari Kupang, kira-kira tiga (3) jam perjalanan dengan menggunakan alat transportasi kuda (Haga 1881a: 211-212). Selanjutnya Haga menggambarkan bahwa dibukit ini, tempat musuh berkemah (Portugis Hitam bersama sekutunya) dan tempat terjadi adegan pembunuhan (Haga 1881a: 214-215).
Di bukit Han Oni (Heijmering menulisnya dengan Hanonij) merupakan tempat dimana Raja Amarasi yang bernama Esu memberikan tanda kepada VOC (Perusahaan Dagang Hindia Belanda) melalui panji atau benderanya dengan mengatakan bahwa saya telah membawa kerbau ke dalam kandang untuk anda sehingga anda dapat mengeksekusinya. Selanjutnya Heimering menggambarkan bahwa tidak ada ditempat lain terjadi pertempuran secara umum seperti ini (antara VOC bersama sekutunya melawan Portugis Hitam bersama sekutunya), namun hanya di bukit Han Oni, dan pemandangannya begitu mengerikan (Heijmering 1847:154-155).
Timbul suatu pertanyaan, komunitas mana yang menempati lokasi sekitar bukit Han Oni ketika perang terjadi antara VOC bersama sekutunya melawan Portugis Hitam bersama sekutunya pada tahun 1749?. Jika kita memperhatikan tulisan-tulisan P. Middelkop, maka dapat ditarik suatu asumsi bahwa komunitas yang menempati sekitar lokasi tersebut adalah komunitas Manubait.
Bukit Han Oni adalah nama tempat tinggal baru bagi suku Manubait ketika mereka melakukan eksodus dari tempat asalnya. Pemukiman Manubait di arah Tenggara dari Kupang mungkin muncul sebagai akibat dari kedatangan penguasa Manubait dan para pengikutnya ke Kupang tahun 1711 (Francis 1832:548). Timbul suatu pertanyaan, sejak kapan nama Penfui digunakan oleh komunitas Manubait di tempat tinggalnya yang baru?
Peristiwa Pertempuran antara VOC dan Potrugis Hitam
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.