Topik : 

Adab Tersapu Arus: Runtuhnya Etika Media Sosial

Kontributor : Jailani Tong Editor: Redaksi
DelikNTT.com
18eb7a725ff20667d67f20c7a7fc16d8

DelikNTT.Com – Pertumbuhan media sosial merupakan dampak dari pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Pada awalnya Internet digunakan sebagai sumber informasi dan komunikasi satu arah, namun, seiring berjalannya waktu, interaksi antar pengguna Internet menjadi semakin dinamis dan interaktif. Media sosial telah muncul sebagai platform online yang memungkinkan pengguna berbagi konten, berinteraksi, dan terhubung dengan orang lain di seluruh dunia. Menurut Michael Cross, (2013) Media sosial adalah sebuah istilah yang menggambarkan bermacam-macam teknologi yang digunakan untuk mengikat orang-orang ke dalam suatu kolaborasi, saling bertukar informasi, dan berinteraksi melalui isi pesan yang berbasis web.

Pada awalnya media sosial lebih fokus pada perkembangan jejaring sosial, namun, perkembangan selanjutnya terjadi dengan munculnya platform seperti Facebook (2004), Twitter (2006) dan YouTube (2004). Hal ini membuka pintu bagi berbagai bentuk media sosial lainnya yang menyediakan beragam fitur dan tujuan, mulai dari berbagi foto (Instagram), berbagi video pendek (TikTok), hingga menghubungkan dan berbagi berita (Twitter) serta berbagi konten professional (LinkedIn).

Sosial Memos (2016) mengadakan penelitian (2016) mengenai media sosial yang paling banyak digunakan oleh masyarakat indonesia. Hasulnya menunjukan bahwa Facebook menduduki peringkat pertama dan tercatat sebanyak 11.658.760 pengguna dengan rentang usia 16 tahun sampai usia 35 tahun.

Instagram menduduki peringkat kedua dengan diminati oleh pengguna dengan rentang 16 tahun samapi dengan 25 tahun. Twitter menduduki peringkat ketiga karena setiap harinya pengguna internet di Indonesia memposting 2,4% tweet dan 10.6 juta tweet perharinya di seluruh dunia.

Fenomena Ketidakadaban

Belakangan ini, media sosial dihebohkan karena ulah salah satu selebgram yaitu Oklin Fia.
Ia mendapatkan banyak tanggapan miring karena konten video yang ia unggah pada media sosial dinilai sangat tidak layak dan tidak beradab. Kini yang bersangkutan sedang dilaporkan kepada pihak yang berwajib karena konten tersebut.

Baca Juga :  Tak Terima Anaknya Ditegur untuk Sholat Berjamaah, Guru Agama dipolisikan
  • Bagikan