Namun, kesadaran ini hanya dapat terwujud jika seorang suami memahami bahwa pernikahan bukanlah arena penjajahan, di mana suami berperan sebagai penjajah dan istri sebagai pihak yang terjajah. Pernikahan semestinya menjadi cerminan kecil dari kemerdekaan sebuah bangsa: ruang yang adil, setara, dan saling menghargai.
Hanya laki-laki berpikiran terbuka yang mampu memberikan kesempatan, kebebasan, dan dukungan kepada istrinya meski telah menikah dan memiliki anak.
Hari ini, pada peringatan kemerdekaan bangsa yang ke-80, aku ingin mengucapkan terima kasih kepada suamiku—dan seluruh suami yang lain—yang telah menjadikan istrinya tetap merdeka meski telah berkeluarga. Kepada mereka yang mau berbagi peran dan tanggung jawab, memberi kesempatan, mendengarkan, serta melibatkan istrinya dalam membangun rumah tangga yang merdeka.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp DelikNTT.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.







