5 Metode Pendidikan Karakter Menurut Helmawati

Reporter : JT Editor: Redaksi
DelikNTT.com
karakter 1
Gambar: Istimewah

Jailani Tong, M.Pd. / Dosen PGMI STAI upang

DelikNTT.Com – Istilah metode bukan lah sesuatu yang baru termasuk dalam dunia pendidikan. Metode sangatlah erat kaitannya dengan dunia pendidikan yakni dalam sebuah proses pembelajaran, sebab tanpa adanya metode, maka suatu proses pembelajaran tidak akan sampai pada tujuannya yang jelas. Dengan demikian, maka dapat dikatakan pembelajaran tersebut mengalami sebuah kegagalan.

Wina Sanjaya dalam bukunya strategi pembelajaran berorentasi standar proses pendidikan, mengatakan bahwa metode adalah cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang telah disusun sehingga tujuannya tercapai dengan optimal. Atas dasar pernyataan di atas tentang pentingnya metode, maka dalam kaitannya dengan pendidikan karakter juga diperlukan metode sehingga tujuan dari pendidikan yaitu terciptanya manusia yang berakhlak dan berbudi pekerti baik dapat terwujud.

Dalam dunia pendidikan, sebagaimana yang diketahui bersama bahwa metode pendidikan cukuplah banyak dikembangkan oleh para ahli pendidikan. Berikut ini adalah metode pendidikan karakter menurut Helmawati. 

Menurut Helmawati, ada 5 metode pendidikan karakter, sebagai berikut:

Pertama, sedikit pengajaran atau teori

Menurut Helmawati, pendidik harus harus mampu merubah paradigma dalam pengaplikasian metode pembelajaran. Sebab selama ini pendidik, menurut Helmawati terkesan materi sebagai target utama bukan pada perubahan sikap dan perilaku. Lebih lanjut ia mencontohkan sejak jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi dalam mata pelajaran pendidikan agama islam ada bahasan tentang akhlak mulia (karakter). tak jarang banyak peserta didik mampu menjawab pertanyaan dengan baik dan benar serta dengan perolehan nilai yang tinggi namun pada aplikasi dalam kehidupan kesehariannya terkait dengan akhlak mulia (karakter) tidak sejalan atau bertolak belakang dengan pencapaian nilai yang ia dapatkan.

Helmawati, juga menegaskan bahwa penambahan jam pelajaran agama belum dapat dipastikan mengubah perilaku peserta didik jika pendidik masih saja menggunakan metode cerama dan banyak pengajaran. Melainkan pendidikan karakter harus dimaknai bahwa lebih banyak waktu praktik dan sedikit waktu pengajaran teori. Inti dari pendidikan karakter yakni adanya perubahan perilaku peserta didik. Perubahan harus lebih banyak dengan praktik, sebab dengan praktik diyakini lebih cepat untuk dimengerti.

Kedua, banyak peneladanan

  • Bagikan