SURABAYA, DELIKNTT.COM — Forum Dosen Indonesia (FORDESI) menegaskan dukungan penuh terhadap kebijakan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Abdul Mu’ti, terkait penguatan budaya literasi melalui tugas membaca, menulis, dan review buku bagi siswa. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum DPP FORDESI, Dr. Sholikh Al Huda, M.Fil.I, dalam sesi wawancara khusus di Surabaya, Rabu (27/11).
Dalam wawancara tersebut, Dr. Sholikh menilai kebijakan Prof. Mu’ti sebagai langkah strategis untuk menjawab persoalan rendahnya kemampuan literasi di Indonesia.
“Kebijakan ini bukan hanya instruksional, tetapi visioner. Tugas membaca dan menulis adalah sarana membangun karakter, nalar kritis, dan kemampuan akademik jangka panjang,” tegasnya.
Menurutnya, kehadiran budaya digital telah memudahkan akses informasi, namun sekaligus mengurangi kedalaman nalar baca siswa. Karena itu, FORDESI menilai perlu adanya intervensi pendidikan yang lebih fundamental.
“Siswa harus dilatih tidak sekadar membaca permukaan, tetapi memahami, menghubungkan gagasan, dan melahirkan refleksi pribadi. Inilah tujuan dari tugas literasi,” ujar Dr. Sholikh.
Ia menjelaskan tiga dampak penting dari kebijakan tersebut: meningkatnya kapasitas literasi siswa, hidupnya ekosistem literasi sekolah, serta tumbuhnya karakter ilmiah dan daya kritis generasi muda. Menurutnya, ketiga poin itu menjadi pondasi kualitas pendidikan nasional di era kecerdasan buatan.
Dr. Sholikh juga mengajak sekolah, guru, dan orang tua untuk bersinergi. “Literasi tidak akan tumbuh jika hanya dibebankan kepada siswa. Harus ada kolaborasi. Perpustakaan sekolah harus aktif, guru memberi ruang diskusi, dan orang tua ikut mendorong,” katanya.
FORDESI, lanjutnya, siap berkolaborasi dengan Kemendikdasmen untuk menyukseskan program literasi, termasuk melalui pelatihan, pendampingan akademik, serta pengabdian masyarakat berbasis literasi.
“Ini terobosan penting dari Prof. Abdul Mu’ti. Kita harus bergerak bersama untuk memastikan dampaknya terasa luas. Masa depan pendidikan Indonesia bergantung pada kemampuan generasinya untuk berpikir kritis, membaca mendalam, dan menulis dengan baik,” tutup Dr. Sholikh.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp DelikNTT.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








