Pertama, meningkatkan kapasitas literasi siswa, baik kemampuan teknis maupun pemahaman mendalam terhadap bacaan.
Kedua, menghidupkan ekosistem literasi sekolah melalui kolaborasi guru, perpustakaan, dan orang tua sehingga budaya baca tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi menjadi kebiasaan harian.
Ketiga, menumbuhkan karakter ilmiah dan daya analitis yang menjadi fondasi lahirnya generasi cerdas, kritis, dan berkarakter kuat.
FORDESI juga mendorong seluruh sekolah dan pendidik untuk mengimplementasikan kebijakan tersebut secara kreatif dan partisipatif, misalnya dengan membuka ruang diskusi, sesi presentasi review buku, serta menghadirkan akses yang lebih luas terhadap bahan bacaan berkualitas.
Dengan dukungan tersebut, FORDESI menegaskan bahwa kebijakan Prof. Abdul Mukti merupakan terobosan penting bagi masa depan pendidikan Indonesia. FORDESI menyatakan siap berkolaborasi dalam mendukung program literasi ini demi terciptanya generasi pelajar Indonesia yang literat, kritis, dan memiliki karakter kuat.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp DelikNTT.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








