Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Dianggap Kantor TETO Jakarta Persulit Visa Pelajar Penerima Beasiswa Program INTENSE, Ini Lima Tuntutan MPK 

Reporter : Jailani Editor: Redaksi
WhatsApp Image 2024 10 31 at 09.52.26

KUPANG, DELIKNTT.COM – Mahasiswa Pencari Keadilan (MPK_Indonesia) menggelar Aksi Unjuk Rasa di Kantor TAIPEI Economic & Trade Office In Indoneisa (TETO_Jakarta) dan Kantor Kemenristekdikti pada tanggal 28 Oktober.

Aksi Unjuk Rasa tersebut dilakukan setelah Kantor TETO_Jakarta menerbitkan Visa Pelajar hanya untuk 12 Orang dari 17 Orang Alumni asal Kampus POLITEKNIK NEGERI KUPANG penerima Beasiswa Luar Negeri Program INTENSE dari kampus INTENSE di MINGHSIN UNIVERSITY OF SCIENCE AND TECHNOLOGY dan CHENG SHIU UNIVERSITY Negara Taiwan. Padahal seluruh berkas persyaratan 17 orang tersebut sama artinya sama-sama sudah memenuhi persyaratan untuk mendapatkan Visa Pelajar dari Kantor TETO_Jakarta.

Scroll kebawah untuk lihat konten
WhatsApp Image 2025 05 31 at 18.15.04
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Jendral Lapangan, Bung Gudsi dalam orasinya menyebutkan bahwa Aksi ini adalah bentuk gerakan solidaritas atas perlakuan tidak adil TETO_Jakarta terhadap saudara dan saudari kami yang jauh-jauh dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Kabupaten Kupang ke Jakarta mengeluarkan biaya banyak demi mengejar cita-cita dan harapan orang tua -Nya untuk melanjutkan Studi ke luar Negeri.

“Mereka adalah penerimah beasiswa yang sah dan telah resmi menjadi penerima Beasiswa Program INTENSE sebagai bukti mereka punya berkas yang lengkap untuk memenuhi persyaratan pengurusan Visa Pelajar,” ungkapnya dalam rilis yang diterima oleh media ini, pada Kamis (31/10/2024) pagi.

Sementara itu Ruslan, Penerimah Beasiswa Program INTENSE dari MINGHSIN UNIVERSITY OF SCIENCE AND TECHNOLOGY dan CHENG SHIU UNIVERSITY Negara Taiwan yang juga turut hadir pada aksi tersebut dalam orasinya menyebutkan Beasiswa Program INTENSE merupakan Beasiswa kerja sama Kampus, Perusahaan dan Pemerintah Negara Taiwan. Kami dengan 12 orang yang telah diterbitkan Visa Pelajarnya memiliki berkas yang sama bahkan kami ber lima pernah interview dan tidak ada masalah selama Interview bahkan 12 orang yang di terbitkan Visa Pelajarnya hanya 2 yang pernah di Interview 10 orang lainnya tidak.

Baca Juga :  Bikersmu Chapter Batam Rihlah Dakwah ke Tanjungpinang

“Kami kecewa karena TETO tidak adil dalam pelayanan pengurusan Visa seharusnya berlaku adil dalam menerbitkan Visa Pelajar. Nasib kami bagaimana proses perkuliahan di kampus Tujuan kami sudah berjalan nama kami pun sudah terdaftar di Absen mata kuliah pembelajaran namun kami masih di Jakarta. Kami juga seharusnya mendapat Atensi dari pemerintah Indonesia walaupun Indonesia belum menjalin hubungan Diplomasi dengan Negara Taiwan kami ini Mahasiswa berprestasi kami telah menunjukan kualitas kami sebagai Mahasiswa Indonesia layak kuliah di luar Negeri,”jelasnya.

Bung Gudsi, menuturkan dalam orasinya dengan tidak adanya hubungan Diplomasi antara Indonesia dengan Negara Taiwan dan besarnya tawaran melanjutkan Studi dimana Negara Taiwan merupakan Negara Industri maka terkhusus Mahasiswa Jurusan Teknik (IT) Indonesia menjadikan Taiwan sebagai Negara target untuk studi luar Negeri akan di manfaatkan oleh para Mafia Beasiswa dan Mafia pengurusan Visa Pelajar dan tentunya Mahasiswa Indonesia menjadi korban.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp DelikNTT.COM

+ Gabung

  • Bagikan