Program PMT menyasar balita dan ibu hamil dengan masalah gizi, sebagai langkah penurunan angka stunting. Berdasarkan data SiGizi Kesega 2024–2025, angka stunting Kota Kupang berhasil diturunkan dari 18,8% menjadi 16,3%, namun masih menghadapi tantangan berupa wasting, BGM, dan weight faltering.
Khusus di wilayah Puskesmas Sikumana, stunting masih tercatat sebesar 20,3%, dengan prevalensi gizi kurang dan buruk yang signifikan. Oleh karena itu, intervensi PMT dan edukasi gizi terus diperkuat.
Sistem SIRANAP, program ketiga, dihadirkan untuk mempermudah akses informasi ketersediaan tempat tidur rumah sakit secara real-time, guna menghindari keterlambatan penanganan pasien darurat.
Wali Kota juga mengingatkan para tenaga kesehatan untuk bekerja profesional dan melayani dengan hati, terlebih para PPPK Tahap I yang baru saja menerima SK.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, M.Kes, menyampaikan bahwa ketiga program tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan layanan kesehatan yang merata dan inklusif. Ia juga menyoroti peran Puskesmas Sikumana sebagai Puskesmas Ramah Perempuan dan Anak, yang kini melayani 200–300 pasien per hari.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp DelikNTT.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








